Kasus Brigadir J

KPK Terima Laporan Dugaan Ferdy Sambo Menyuap Petugas LPSK untuk Amankan Skenario FS

KPK menerima laporan dugaan Irjen Ferdy Sambo menyuap petugas LPSK untuk mengamankan skenario FS yang dibuat untuk menutupi kematian Brigadir Yosua

Editor: Ign Prayoga
Tribun Tangerang/Miftahul Munir
Irjen Ferdy Sambo memberikan keterangan di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022). Ferdy Sambo dilaporkan ke KPK atas dugaan menyuap LPSK, Senin (15/8/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menerima laporan dugaan Irjen Ferdy Sambo menyuap petugas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK ).

Diduga, aksi penyuapan tersebut dilakukan sebagai langkah mengamankan skenario FS  untuk menutupi kematian Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri memastikan pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan dengan melakukan langkah-langkah analisis lebih lanjut dan verifikasi mendalam.

"Benar KPK telah terima laporan tersebut pada bagian pengaduan dan pelaporan masyarakat KPK," kata Ali, Senin (15/8/2022).

Menurut Ali, verifikasi penting dilakukan untuk menghasilkan rekomendasi apakah pengaduan tersebut layak ditindaklanjuti atau diarsipkan.

"Kami mengapreasiasi masyarakat yang turut peduli atas dugaan korupsi di sekitarnya, dengan melapor pada penegak hukum," tutur Ali.

Terhadap setiap laporan masyarakat, menurut Ali Fikri, KPK proaktif melakukan pengumpulan informasi dan bahan keterangan tambahan untuk melengkapi setiap aduan dimaksud.

Dugaan Ferdy Sambo menyuap LPSK dan menebar uang untuk mengamankan skenario FS untuk menutupi penembakan Brigadir J, dilaporkan ke KPK oleh sejumlah pengacara yang menamakan diri Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (Tampak).

"Staf LPSK yang berada di ruang tunggu kantor Kadiv Propam Polri itu ditemui seseorang yang berseragam hitam dengan garis abu-abu yang menyampaikan dua amplop cokelat dengan ketebalan masing-masing 1 cm," kata Koordinator Tampak, Roberth Keytimu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2022).

"Seseorang yang berseragam itu mengatakan, 'menyampaikan titipan atau pesanan Bapak (Irjen Ferdy Sambo)'," ucap Robert.

Tampak menyebut ada tiga dugaan suap yang dilaporkan kepada KPK.

Pertama, soal dugaan suap yang ditujukan kepada staf LPSK saat berada di Kantor Kadiv Propam Mabes Polri pada 13 Juli lalu.

Dugaan percobaan suap kedua, lanjut Roberth, merupakan pemberian hadiah atau janji oleh Ferdy Sambo kepada sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Dia menyebut Sambo menjanjikan hadiah berupa uang sebesar Rp 2 miliar.

"Irjen Pol Ferdy Sambo menjanjikan hadiah uang Rp2 miliar kepada Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), serta Kuat Maruf," tuturnya.

Kemudian, dia menyebut adanya pengakuan petugas keamanan di kediaman rumah Sambo, yang mengaku dibayar sejumlah uang agar menutup portal menuju kompleks rumah Irjen Ferdy Sambo.

Kejadian itu diketahui terjadi setelah Sambo ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri.

"Muncul pengakuan dari petugas keamanan atau satpam kompleks rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling Ill, Jakarta Selatan."

"Mengaku diminta menutup seluruh portal yang mengarah ke kompleks setelah kasus itu makin ramai. Bayarannya Rp 150.000," beber Roberth.

Oleh karena itu, Roberth berharap KPK bakal mengusut tiga dugaan percobaan suap yang terjadi dalam penanganan perkara Brigadir Yosua.

Menurutnya, hal itu merupakan wewenang KPK yang tertuang dalam undang-undang.

"Sehubungan dengan itu, kami mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan langkah-langkah berdasarkan undang-undang," katanya.

Dalam laporan itu, Roberth mengaku membawa sejumlah bukti. Di antaranya, kumpulan pemberitaan dari media online. (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved