Kejari Tangsel

Kejari Tangsel Musnahkan Barang Bukti yang ditangani sejak 2020 hingga 2022, Senilai Rp5 Miliar

Kejari Tangsel memusnahkan barang bukti dari 233 perkara yang ditangani sejak 2020 hingga 2022 senilai lebih dari Rp5 Miliar

istimewa
Kejari Tangsel memusnahkan barang bukti dari 233 perkara yang ditangani sejak 2020 hingga 2022, Kamis (25/8/2022) 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG SELATAN -- Kejari Tangsel memusnahkan barang bukti dari 233 perkara yang ditangani sejak 2020 hingga 2022.

Beberapa barang bukti yang dimusnahkan yaitu barang bukti dari kasus narkoba, senjata tajam, telpon genggam, hingga uang palsu.

Aliansyah selaku Kajari Tangsel menjelaskan semua barang bukti yang dimusnahkan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.


"Narkotika jenis ganja 12 kg, narkotika jenis sabu 2,5 kg, narkotika jenis sinte gorilla 5,7 kg. Ada senjata tajam 36 buah, senjata api 10 buah, obat-obatan 5.500 butir, telpon genggam 190, uang palsu, senilai 990 juta. Ada uang dollar dan rupiah," ujarnya, Kamis (25/8/2022).

Ia melanjutkan, pemusnahan yang dilakukan dengan cara berbeda-beda.

Untuk jenis ganja dimusnahkan dengan cara dibakar, untuk jenis sabu dimusnahkan dengan cara dicampur dengan air yang telah dicampur bahan kimia.

Hasil blenderan lalu dibuang ke septic tank.

Baca juga: Polri Ingatkan Ancaman Hukuman 7 Tahun bila Saksi Beri Keterangan Palsu dalam Kode Etik Ferdy Sambo

Untuk jenis handphone dimusnahkan dengan cara dihancurkan dengan palu, sedangkan senjata api, dan senjata tajam dihancurkan dengan gerinda dengan cara dipotong-potong.

"Ada lain-lainnya, sama juga kita bakar  dan hancurkan sehingga memang tidak bisa dipakai lagi," katanya.

Aliansyah menuturkan, jika diuangkan, barang bukti ganja bernilai Rp 170 juta, sedangkan jenis sabu jika diuangkan senilai Rp 3,8 miliar, dan tembakau sinte sekira Rp 116 juta, dan uang palsu Rp 910 juta.

"Barang bukti lain yang tidak bisa kita taksir pasti itu sekitar 5 Miliaran. Jadi cukup besar sekali nilai barang buktinya," sambungnya.

Baca juga: Dalam Persidangan Kode Etik Terhadap Ferdy Sambo, 15 Saksi dibagi Menjadi Tiga Klaster 

Hanya saja, keseluruhan barang bukti dan perkara tersebut menunjukkan bahwa tren tindak pidana di wilayah hukum Tangerang Selatan sangat tinggi.

Selaku Kajari beserta Forkopimda, pihaknya meminta masyarakat meningkatkan kesadaran hukum.

Ia turut menyayangkan banyak generasi muda terlibat dengan narkotika. (Raf)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved