Ratu Atut Bebas

Masih Berstatus Napi Kasus Korupsi, Ratu Atut Chosiyah Wajib Lapor ke Bapas Sebulan Sekali

Gubernur Banten yang jadi narapidana kasus korupsi, Ratu Atut Chosiyah, keluar dari penjara setelah mendapatkan bebas bersyarat, Selasa (6/9/2022).

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Mantan Gubernur Banten yang narapidana kasus korupsi. Ratu Atut Chosiyah mendatangi di Bapas Kelas II Serang, Selasa (6/9/2022). Atut didampingi anaknya Andika Hazrumy yang merupakan mantan Wakil Gubernur Banten. 

TRIBUNTANGERANG.COM, SERANG - Gubernur Banten yang jadi narapidana kasus korupsi, Ratu Atut Chosiyah, keluar dari penjara setelah mendapatkan bebas bersyarat, Selasa (6/9/2022).

Andika Hazrumy, mantan Wakil Gubernur Banten yang juga anak Ratut Atut, mengatakan ibunya ingin menghabiskan waktu dengan keluarga.

"Kembali ke keluarga, sekarang beliau itu pengen lebih dekat dengan Allah untuk lebih memaksimalkan ibadah dan dekat bersama keluarga," kata Andika saat menemani Ratu Atut Chosiyah mendatangi kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kota Serang, Selasa sore.

Andika Hazrumy mengucapkan terima kasih dukungan masyarakat kepada ibunya.

"Saya mewakili keluarga memberikan terima kasih kepada semua pihak, yang telah mensuport dan membantu kami keluarga untuk tabah melaksanakan perjalanan hidup ibu," kata dia.

Andika menuturkan, bahwa selama menjalani hukuman, ibunya telah melaluinya dengan penuh kesabaran.

Diberitakan sebelumnya, Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah baru saja mendatangi kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Serang, Selasa (6/9/2022) sore.

Atut mendatangi Bapas untuk melapor setelah dirinya keluar dari penjara.

Ratu Atut Chosiyah mendapatkan program reintegrasi, yakni pembebasan bersyarat (PB) dari Lapas Kelas IIA Tangerang.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengingatkan status bebas bersyarat mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bisa dicabut jika terpidana korupsi tersebut melakukan tindak pidana.

Kepala Bagian Humas Ditjen Pas Kemenkumham Rika Aprianti mengatakan, Ratu Atut tidak boleh melakukan tindak pidana maupun pelanggaran umum atau khusus. Aturan ini berlaku hingga masa program pembebasan bersyarat habis pada 8 Juli 2026.

Selama masa pembebasan bersyarat, Ratu Atut wajib lapor ke kantor Bapas Kelas II Serang.

"Iya nanti setiap sebulan sekali (lapor) bisa lewat Zoom atau datang ke sini. Artinya selama sebulan sekali harus ada laporan ke sini," ucap Andika.

Saat di Bapas Kelas II Serang, Atut didampingi anak-anaknya yakni Andika Hazrumy, Andiara Aprilia Hikmat, dan Ananda Triana Salichan.

Kepada awak media, Ratu Atut Chosiyah mengaku bersukur atas keluarnya dari penjara.

"Alhamdulillah hari ini ibu telah diberikan oleh Allah SWT, kembali ibu bisa berkumpul seutuhnya dengan keluarga dan juga masyarakat," ujarnya, Selasa (6/9/2022).

Sebelum datang ke Bapas Kelas II A Serang, dirinya mengaku telah bertemu dengan keluarganya.

Bahkan dirinya mengaku telah berziarah ke makam orangtuanya.

Sumber: TribunBanten.com

Sumber: Tribun banten
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved