Kriminal

Bocah 4 Tahun Jadi Korban Pencabulan, Ibu Korban Laporkan Tetangga ke Polres Metro Jakarta Timur

Aksi pencabulan terhadap anak terjadi di Matraman, Jakarta Timur. Ibu korban melaporkan kasus dugaan pencabulan anak itu ke Polrestro Jakarta Timur.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Rendy Rutama
Orangtua korban dugaan pencabulan anak didampingi kuasa hukum melakukan tindak lanjut laporan kasus dugaan pencabulan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, Senin (19/9/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Aksi pencabulan terhadap 2 anak terjadi di Matraman, Jakarta Timur. Ibu korban melaporkan kasus dugaan pencabulan anak itu ke Polres Metro Jakarta Timur, Senin (19/9/2022).

Ibunda korban berinisial S mengatakan, kedua anaknya menjadi korban pencabulan tetangganya, terduga pelaku B (20)..

Menurut S, anaknya RS yang berusia 4 tahun dicabuli hingga 10 kali oleh terduga pelaku B.

"Anak besar itu tetangga dekat rumah, bedanya 3 gang, usianya sekitar 20 tahunan," kata S, Senin.

S mengatakan, dia curiga terhadap sikap atau perilaku anakanya setelah kejadian pencabulan tersebut.

Dia mengatakan, RS berubah menjadi anak yang kerap berkata kasar dan melakukan aktivitas di luar rumah di luar kewajaran.

Perubahan sikap RS, kata S, karena ada doktrin dari B kepada anaknya untuk menuruti perintahnya.

Ibunda korban mengatakan, terduga pelaku kerap menyentuh hingga memukul bagian bokong S ketika berada persis di sampingnya.

"Dia (RS) juga diajarin membawa pisau untuk membunuh saya, dan juga sering mengatakan ke saya 'mah, mamah aku perkosa ya' seperti itu," kata S.

Korbannya bukan hanya RS, melainkan anak perempuannya juga menjadi korban pelecehan seksual oleh terduga pelaku B.

Baca juga: Pelaku Penculikan Bocah Perempuan di Kota Tangsel Lakukan Percobaan Pencabulan Anak

Baca juga: Mas Bechi itu Sudah Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Sejak Tahun 2019

Berdasarkan informasi yang didapat S , anak lain di sekitar kediamannya, diduga menjadi korban perbuatan B.

Namun, warga lain itu tidak melaporkan ke polisi, melainkan menempuh jalur damai.

Sedangkan S justru ingin melaporkan terduga pelaku ke polisi.

"Korban warga lain itu kerap kali damai, untuk caranya, pelaku memberikan uang tunai dengan nominal Rp 300.000 ke korban," tuturnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved