Prostitusi ditutup

Cerita Prostitusi di Kampung Rawa Malang yang Ditutup, Berawal Tempat Baru PSK dari Kramat Tunggak

Kesaksian Warga Prostitusi di Rawa Malang Cilincing, Sudah Berdiri Puluhan Tahun Mengantikan Kramat Tunggak

Tribun Tangerang/M. Rifqi Ibnumasy
Ratusan anggota Satpol PP lakukan razia penutupan tempat hiburan tanpa izin yang disinyalir menjadi tempat prostitusi di Kampung Rawa Malang Cilincing, Jakarta Utara. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Nama Kramat Tunggak cukup legendaris sebagai pusat prostitusi di Jakarta sebelum ditutup di penghujung tahun 1999.

Namun seperti yang sudah-sudah, prostitusi bukan berarti hilang seiring tutupnya tempat prostitusi.

Kramat Tunggak tutup, para pekerja seks komersial (PSK) mencari tempat baru.

Salah satunya di Kampung Rawa Malang Cilincing, tak jauh dari Kramat Tunggak

Ketua RW 010 Semper Timur Ahmad Syarifudin ungkap sejarah praktik prostitusi di wilayah Kampung Rawa Malang Cilincing, Jakarta Utara.

Menurut Syarifudin, hiburan malam di  Kampung Rawa Malang Cilincing sudah ada sejak puluhan tahun silam.

Awalnya, para PSK di Kampung Rawa Malang bekerja di wilayah Kramat Tunggak, Koja Jakarta Utara.

Namun sejak Kramat Tunggak sebagai tempat lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu ditutup, para PSK berpindah ke Kampung Rawa Malang.

"Sudah lama banget itu, sejak Kramat Tunggak pindah. Tahun berapanya itu Kramat Tunggak tutup, dipindahin ke situ (Rawa Malang)," kata Syarifudin, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Malam Ini Lokasi Prostitusi Rawa Malang Ditutup, Puluhan PSK Dikirim ke Panti Sosial

Baca juga: Mucikari Prostitusi Online Diciduk Polres Jakarta Selatan, Mencari Pelanggan Lewat Aplikasi MiChat

Lokalisasi Kramat Tunggak resmi ditutup oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada tahun 1999 dan diubah fungsinya sebagai Masjid Raya Islamic Centre (JIC) hingga sekarang.

Menurut Syarifudin, praktik prostitusi di Kampung Rawa Malang berupa rumah-rumah warga yang dimodifikasi dengan kamar-kamar dalam jumlah yang banyak.

Keberadaannya prostitusi di Kampung Rawa Malang dianggap meresahkan warga sekitar karena kebisingannya.

Tiap malam, musik-musik hiburan dinyalakan dengan volume tinggi.

Sedangkan para PSK di lokalisasi tersebut menempati rumah-rumah atau bilik indah yang tersebar di empat gang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved