Jumat, 17 April 2026

Kreasi

Kolaborasi Pala Nusantara dan Onx Idea Studio Membuat Jam Tangan yang Terbuat dari Puntung Rokok

Jika Pala Nusantara dikenal akan keahliannya dalam membuat jam tangan, Onx Idea Studio (ONX Studio) bisa disebut sebagai studio dengan fokus desain

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
istimewa
Jam tangan yang terbuat dari puntung rokok seharga Rp1,5 juta 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Puntung rokok biasanya akan berakhir di tempat sampah jadi tak bernilai.

Namun kolaborasi Pala Nusantara dan Onx Idea Studio membuat jam tangan yang terbuat dari puntung rokok

Jika Pala Nusantara dikenal akan keahliannya dalam membuat jam tangan, Onx Idea Studio (ONX Studio) bisa disebut sebagai studio dengan fokus desain produk.

Kedua ahli ini berkolaborasi meluncurkan sebuah lini produk jam tangan terbaru bernama Mramu.

Selain lekat dengan karakter nusantaranya, keunikan koleksi Mramu juga terletak pada casing mesin menggunakan bahan dasar biopolimer Kybproject  hasil olahan puntung rokok.

Kolaborasi kreatif ini berakar dari kehidupan sehari-hari, di mana inovasi produk Mramu diciptakan guna menjawab tantangan material untuk kebutuhan produksi yang kian menipis.

Melalui gerakan berkelanjutan Kybproject , Onx Studio mengaplikasikan CellaBoard yang terbuat dari lebih dari 264.000 puntung rokok ke dalam 200 unit jam tangan koleksi Mramu di tahap awal peluncurannya.

“Ketika karakteristik nusantara bertemu material yang modern tentunya akan melahirkan sesuatu yang unik dan pastinya inovatif,"ungkap Ilham Pinastiko, COO & Founder Pala Nusantara dalam acara peluncuran Mramu di Ruang Seketika Kuningan City belum lama ini.

Baca juga: UMKM Kota Tangerang Selatan Bakal Dijadikan Primadona Usaha di Indonesia

Ia mengatakan, selama ini, jam tangan Pala Nusantara menggunakan casing dari kayu.

Namun, dengan adanya material terbarukan  Kybproject , keterbatasan bahan dasar bukan lagi sebuah masalah,” ungkap Ilham Pinastiko.

Ilham mengatakan, sejauh ini pihaknya bekerja sama dengan beberapa kafe yang mengumpulkan puntung rokok. Kafe itu tersebar di Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung. Selain itu juga pihak kafe kerjasama dengan rumah-rumah atau pihak yang ingin mengumpulkan puntung rokok itu yang nantinya akan mendapat satu gelas kopi dengan menukarkan 1 kg puntung rokok

Rony Rahardian, selaku CEO dari PT Ide Dua Cipta menambahkan mulai dari proses studi materi, eksplorasi desain terhadap karakteristik material, hingga testing penggunaan produk jadi, semua kami lakukan supaya Mramu layak dijual ke pasar.

Koleksi tahap pertama ini semakin unik dengan penggunaan mesin jam tangan analog dan strap yang berkualitas.

Balutan strap-nya pun unik dengan bahan kulit yang tahan di segala cuaca dan warna yang akan terlihat semakin apik seiring waktu pemakaian.

Baca juga: Cerita UMKM yang Terpuruk Saat Pandemi lalu Bangkit

Pala Nusantara dan Kybproject akan terus mengembangkan koleksi-koleksi baru Mramu yang selalu menggabungkan elemen inovasi dari sisi materi, desain, dan fungsi jam itu sendiri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved