Kreasi

Kolaborasi Pala Nusantara dan Onx Idea Studio Membuat Jam Tangan yang Terbuat dari Puntung Rokok

Jika Pala Nusantara dikenal akan keahliannya dalam membuat jam tangan, Onx Idea Studio (ONX Studio) bisa disebut sebagai studio dengan fokus desain

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
istimewa
Jam tangan yang terbuat dari puntung rokok seharga Rp1,5 juta 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Puntung rokok biasanya akan berakhir di tempat sampah jadi tak bernilai.

Namun kolaborasi Pala Nusantara dan Onx Idea Studio membuat jam tangan yang terbuat dari puntung rokok

Jika Pala Nusantara dikenal akan keahliannya dalam membuat jam tangan, Onx Idea Studio (ONX Studio) bisa disebut sebagai studio dengan fokus desain produk.

Kedua ahli ini berkolaborasi meluncurkan sebuah lini produk jam tangan terbaru bernama Mramu.

Selain lekat dengan karakter nusantaranya, keunikan koleksi Mramu juga terletak pada casing mesin menggunakan bahan dasar biopolimer Kybproject  hasil olahan puntung rokok.

Kolaborasi kreatif ini berakar dari kehidupan sehari-hari, di mana inovasi produk Mramu diciptakan guna menjawab tantangan material untuk kebutuhan produksi yang kian menipis.

Melalui gerakan berkelanjutan Kybproject , Onx Studio mengaplikasikan CellaBoard yang terbuat dari lebih dari 264.000 puntung rokok ke dalam 200 unit jam tangan koleksi Mramu di tahap awal peluncurannya.

“Ketika karakteristik nusantara bertemu material yang modern tentunya akan melahirkan sesuatu yang unik dan pastinya inovatif,"ungkap Ilham Pinastiko, COO & Founder Pala Nusantara dalam acara peluncuran Mramu di Ruang Seketika Kuningan City belum lama ini.

Baca juga: UMKM Kota Tangerang Selatan Bakal Dijadikan Primadona Usaha di Indonesia

Ia mengatakan, selama ini, jam tangan Pala Nusantara menggunakan casing dari kayu.

Namun, dengan adanya material terbarukan  Kybproject , keterbatasan bahan dasar bukan lagi sebuah masalah,” ungkap Ilham Pinastiko.

Ilham mengatakan, sejauh ini pihaknya bekerja sama dengan beberapa kafe yang mengumpulkan puntung rokok. Kafe itu tersebar di Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung. Selain itu juga pihak kafe kerjasama dengan rumah-rumah atau pihak yang ingin mengumpulkan puntung rokok itu yang nantinya akan mendapat satu gelas kopi dengan menukarkan 1 kg puntung rokok

Rony Rahardian, selaku CEO dari PT Ide Dua Cipta menambahkan mulai dari proses studi materi, eksplorasi desain terhadap karakteristik material, hingga testing penggunaan produk jadi, semua kami lakukan supaya Mramu layak dijual ke pasar.

Koleksi tahap pertama ini semakin unik dengan penggunaan mesin jam tangan analog dan strap yang berkualitas.

Balutan strap-nya pun unik dengan bahan kulit yang tahan di segala cuaca dan warna yang akan terlihat semakin apik seiring waktu pemakaian.

Baca juga: Cerita UMKM yang Terpuruk Saat Pandemi lalu Bangkit

Pala Nusantara dan Kybproject akan terus mengembangkan koleksi-koleksi baru Mramu yang selalu menggabungkan elemen inovasi dari sisi materi, desain, dan fungsi jam itu sendiri.

Harapannya, Mramu dapat memikat jajaran peminat yang menghargai nilai desain yang inovatif sekaligus membuka kesempatan akan kolaborasi-kolaborasi di pilar Kybproject lainnya.

Koleksi Mramu tahap pertama ini, sebanyak 200 buah sudah habis terjual bahkan sebelum resmi diluncurkan. Harga yang dibandrol jam tangan ini Rp1,5 juta dengan garansi satu tahun. 

Publik masih berkesempatan untuk mendapatkan koleksi Mramu dengan mengikuti program Kybproject  yang diadakan di platform online maupun offline Pala Nusantara dan integrasi bisnis Kybproject, Ruang Seketika.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved