Sabtu, 11 April 2026

Perdagangan Orang

Rumah di Perumahan Villa Dago Diduga Terlibat Tindak Pidana Perdagangan Orang, Dipasang Garis Polisi

Sebuah rumah di perumahan villa dago, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan dipasangi garis polisi di bagian gerbang serta pintu

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Sebuah rumah di perumahan villa dago, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan dipasangi garis polisi di bagian gerbang serta pintu. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Sebuah rumah di perumahan villa dago, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan dipasangi garis polisi di bagian gerbang serta pintu.

Dari pantauan TribunTangerang.com di lapangan, terlihat dari luar gerbang sejumlah sendal hingga sebungkus kain di dalam plastik berada di sekitar pintu rumah yang terpasang garis polisi.

Pada teras, tampak pula beberapa buah kursi, hingga sisa-sisa botol mineral.

Rumah tersebut baru saja digerebek oleh polisi.

Dari dalam rumah, diangkut puluhan anak remaja yang diduga kuat masuk masuk dalam TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang)

Salah seorang security rumah membenarkan peristiwa tersebut terjadi Senin (26/9/2022) lalu.

"Diangkut pake mobil mini bus. Ada dua mobil, terus ada juga polisi pake motor yang ngawal di belakang. Saya juga tidak menyangka yang mengontrak itu turut dibawa. Padahal keliatan baik-baik saja orangnya kalau melintas," ucapnya saat ditemui di Villa Dago, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Berkedok Yayasan, Pria di Ciseeng Bogor Lakukan Tindakan Perdagangan Bayi

Ia menjelaskan, polisi yang datang dari Mabes Polri.

Terkait dengan itu, ia menjelaskan rumah tersebut belum lama didiami oleh pengontrak.

Namun, tak banyak yang tahu aktivitas di dalam rumah.

Hanya saja, sepengetahuan dirinya, rumah tersebut punya pintu di bagian belakang yang mengarah ke wilayah di luar dari wilayah villa dago.

Baca juga: 95 persen dari 4.436 Pekerja Migran yang Dipulangkan ke Indonesia Ilegal, BP2MI Bentuk Satgas


Ia mengaku kaget saat ada penggerebekan di wilayahnya, karena jarang melihat anak-anak remaja melintas dari gerbang.

Sementara itu, salah seorang warga yang enggan disebut namanya juga mengatakan hal yang sama.

"Rumahnya sepi-sepi saja sih, dan yang ngontrak jarang komunikasi dengan warga. Jadi baru tahu juga pas polisi datang. Tapi yang paling tahu mereka petugas security mas," ucapnya.

Adapun kasat reskrim Polsek Pamulang mengatakan perihal peristiwa tersebut masuk pada ranahnya Bareskrim Polri. (Raf)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved