Pekerja Migran Indonesia

Dalam Dua Tahun, 1.445 Pekerja Migran Indonesia Tewas Saat Bekerja di Luar Negeri

Dalam Dua Tahun, 1.445 Pekerja Migran Indonesia Tewas Saat Bekerja di Luar Negeri, penyebabnya sakit hingga alami kekerasan dari majikan

Tribun Tangerang/M. Rifqi Ibnumasy
Pelepasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam program G-TO-G Korea Selatan 

TRIBUNTANGERANG.COM,  JAKARTA -- Sebagai penghasil devisa negara, ternyata nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) sangat rentan.

Baik sakit hingga alami kekerasan dari majikan. Kondisi ini bahkan berujung kematian.

Dalam kurun waktu dua tahun, terdapat 1.445 Pekerja Migran Indonesia (PMI) meninggal saat bekerja di luar negeri.

Bila dirata-rata, setiap hari hampir 4 orang pekerja migran Indonesia meninggal.

Angka tersebut tercatat dalam data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) selama periode 2020 hingga September 2022.

Kepala BP2MI Benny Ramdhani menjelaskan, kematian para PMI tersebut disebabkan banyak faktor.

Sebagian PMI yang meninggal saat bertugas disebabkan karena sakit dan lainnya disebabkan karena mengalami kekerasan dari majikan.

"Untuk PMI yang meninggal selama periode 2020 sampai September 2022 sebanyak 1.445 orang," kata Benny di El Hotel Royale Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (3/10/2022).

"Ada yang mengalami kekerasan, dan ada yang karena penyakit. Itu karena mereka engga pernah dicek kesehatan, tes kesehatan engga pernah melalui rumah sakit resmi," sambungnya.

Selain angka meninggal di luar negeri, BP2MI juga mendata kendala yang dialami para PMI dan yang sedang sakit. 

Dalam data BP2MI, tercatat sebanyak 79.652 PMI mengalami kendala kerja dan 3.051 lainnya jatuh sakit.

"Yang terkendala itu karena mereka berangkat tidak resmi. Secara fisik mereka sehat, tapi mereka menghadapi masalah ekonomi di sana. Menghadapi masalah hukum keimigrasian, karena itu lah mereka dideportasi," ucapnya.

"Karena itu negara tidak boleh kalah, negara harus hadir untuk para PMI," tegasnya.

Baca juga: Sebanyak 398 Pekerja Migran Indonesia Bertolak ke Korea Selatan, Mayoritas di Bidang Manufaktur

Baca juga: 95 persen dari 4.436 Pekerja Migran yang Dipulangkan ke Indonesia Ilegal, BP2MI Bentuk Satgas

Sebelumnya, BP2MI melepas keberangkatan 398 PMI.

Pelepasan ratusan pekerja migran tersebut diadakan di Hotel El Royale, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Senin (3/10/2022).

Benny merinci dari 398 PMI tersebut, 357 orang akan ditempatkan dalam sektor manufaktur dan sisanya 41 orang dalam bidang perikanan.

Selain itu, Benny juga menjamin negara akan memberikan perlindungan maksimal kepada para PMI yang akan diberangkatkan tersebut. (m38)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved