Sosok
Errina Perajin Batik Tulis: Membatik itu bisa Mengurangi Stres
Bertahan di Tengah Gempuran Zaman, Errina Perajin Batik Tulis Berharap Masyarakat Dapat Mencintai dan Menghargai Produk Lokal
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNTANGERANG.COM, KALIMALANG -- Macet dan banjir yang terjadi di ibukota akhir-akhir ini kerap menimbulkan stres bagi warga Jakarta yang melakoninya.
Stres yang berulang akan menyebabkan depresi.
Anak kekinian bilang 'sudah kena mental'.
Beragam cara mengurangi stres, bisa melakukan traveling, berkumpul dengan keluarga, serta melakukan hobi.
Bagi Errina, membatik jadi cara untuk mengurangi stres.
Berawal dari keinginan untuk ikut serta melestarikan warisan budaya batik, Errina (51) memutuskan untuk mengikuti pelatihan membatik di Rumah Batik Palbatu, Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Bergabung sejak tahun 2015, perempuan asal Tapanuli Selatan ini mengungkapkan bahwa sebenarnya dirinya tidak bisa menggambar ataupun sangat asing sekali tentang membatik.
"Pertama kali saya memang tidak bisa menggambar, ketika zaman dahulu saat dibangku Sekolah Dasar (SD) saja hanya menggambar gunung sawah saja kurang bisa," ceritanya.
"Lalu, saya berpikir bagaimana pun setidaknya saya bisa membuat pola atau motif. Terlebih saat ini sebenarnya banyak yang bisa ditiru, dan berawal dari itu saya pelan-pelan bisa menggambar," ucap Errina.
"Pada awalnya saya hanya sebagai ibu rumah tangga saja, terus ada pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian terus kami ikuti pelatihan tersebut. Pada tahun 2016 lalu kami ikut belajar bagaimana menjadi perajin batik," imbuh dia.
Baca juga: Pembatik Cilik Akeyla Naraya yang Berkeinginan ada Kampung Batik di Karawang
Kepada Wartakotalive.com, Errina menjelaskan bagaimana tahapan membuat batik tulis.
Persiapannya harus ada kain untuk digambar atau dipola, nanti setelah digambar atau dipola terus menggunakan canting tulis dengan malam panas.
Dicanting untuk membatasi atau merintangi.
Usai dicanting nanti gambar yang sudah dipola kain itu baru masuk diproses pewarnaan.
"Kami di Rumah Batik Palbatu itu menggunakan pewarna remasol atau tekstil nanti setelah diwarna baru kami jemur sebentar," jelas dia.
"Setelah dijemur sebentar baru kami kunci menggunakan bahan kimianya itu namanya Water Glass," sambungnya.
Setelah itu, melepaskan malam dengan direbus kain tersebut.
"Usai direbus, baru disebut kain batik dengan prosesnya harus dicanting dengan malam panas menggunakan canting tulis atau canting cat," tambah dia.
Baca juga: Museum Tekstil Tawarkan Berkreasi Membuat Secarik Kain Batik dan Mengenal Wastra Nusantara
Menurutnya, proses membatik membutuhkan waktu yang beragam sesuai tingkat kesulitan motif dan besarnya ukuran kain.
Kalau dasarnya itu ukuran basic 35x35 cm, bisa membutuhkan waktu satu setengah jam atau dua jam sudah selesai dari awal sampai akhir.
Kalau mencanting itu tergantung motifnya ada yang motifnya rapat atau banyak ada yang simpel.
Terus cara mencanting juga ada yang sabar dan tidak, kalau mencanting 35x35 cm dengan gambar simpel membutuhkan waktu 25 menit saja.
Errina melanjutkan, koleksi batik di Rumah Batik Palbatu adalah batik tulis dan cap
"Ada batik tulis dan batik cap, kalau segi harga itu berbeda ya tergantung dari motifnya ini, kalau batik cap itu memang tetap menggunakan malam juga tapi cantingnya menggunakan canting cap. Kalau canting cap bahannya dari tembaga, ada yang dari kertas tebal juga bisa biasanya yang menggunakan namanya Pak Budi," ucap dia.
Perbedaan Batik Tulis dan Cap
Ia mengungkapkan mayoritas masyarakat awam mengatakan bahwa batik itu sebagai model.
Padahal sebenarnya, membatik itu adalah prosesnya.
"Yang dibilang batik itu kebanyakan motif, padahal sebenarnya prosesnya namanya membatik," jelasnya.
Kalau batik print, kain bermotif batik.
Bedanya kalau yang tulis, pewarnaannya itu hasil depan dan dalamnya sama.
Tetapi kalau print itu depan lebih terang dan di dalamnya pudar hanya bayang-bayang.
Jadi, hanya satu sisi saja.
"Bahwa kain yang sebenarnya batik tulis atau batik cap itu prosesnya memang harus menggunakan malam panas," jelas dia.
Adapun salah satu hal yang membedakan antara batik tulis dan batik print. Batik tulis mengeluarkan aroma malam yang begitu kuat.
Selain itu, cara mencuci batik tulis juga harus hati-hati. Sebab, jika salah dalam mencuci warna batik akan cepat pudar.
"Kualitas batik tulis dan cap itu mencuci dan menyimpannya harus hati-hati. Mencucinya dengan menggunakan bahan yang khusus untuk mencuci batik. Nggak boleh menggunakan mesin cuci atau deterjen biasa. Jadi, dicelup saja dan menggunakan sabun gondorukem itu cair juga. Biasanya yang menjual sabun tersebut di tempat batik," ungkap dia.
"Kalau pas dijemur terkena angin-angin saja tidak usah terkena terik matahari terus angkat nanti juga kering sendirinya dan jangan menggunakan pengering mesin cuci," tambah dia.
Errina juga menjelaskan kisaran harga yang dibanderol untuk jenis batik tulis atau cap tergantung pada motif yabg dimiliki.
"Batik tulis atau cap itu harganya tergantung motifnya, kalau misalkan motifnya agak rapat itu, batik tulis bisa di atas Rp 1 juta atau lebih itu untuk kain saja belum menjadi baju. Sedangkan, kisaran harga yang paling murah mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 600.000," tambah dia.
Ke depannya, perempuan yang mengenakan baju kebaya bernuasa merah ini berharap khususnya masyarakat Indonesia bisa terlebih dahulu mencintai warisan atau produk dalam negeri.
Di mana jika sudah mencintai, pasti akan merawatnya dengan baik.
"Semoga masyarakat bisa mencintai produknya terlebih dulu atau mencintai suatu benda. Kalau kita tidak cinta tidak bakal kita rawat dengan baik. Tetapi kalau kita rawat dengan baik pasti akan kita jaga. Sekarang ini, kan tidak hanya motifnya flora dan fauna saja tetapi bisa motif lain seperti wajah kita dan sebagainya," jelas dia.
Ia mengatakan, membatik itu bisa mengurangi stres.
"Daripada saat kita stres melakukan hal yang tidak bermanfaat lebih baik dituangkan diatas kain, jadi bisa sekalian curhat dan melepaskan stres sendiri dituangkan melalui dari hati pasti hasilnya akan bagus menyenangkan," tutur dia. (m27)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Errina-51-saat-sedang-membatik.jpg)