Kesehatan

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Larang Peredaran Obat Sirup Tindak Lanjut Intruksi Kemenkes RI

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni menyatakan bahwa saat ini tidak ada penarikan obat sirup di Kota Tangerang.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan, belum akan menarik peredaran obat dalam bentuk cair sirup sambil menunggu hasil penelitian Kementerian Kesehatan RI. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni menyatakan bahwa saat ini tidak ada penarikan obat sirup di Kota Tangerang.

"Tidak ada penarikan obat sirup dari apotek yang ada di Kota Tangerang," ujar dr Dini Anggraeni kepada awak media, Rabu (19/10/2022).

Hal tersebut disampaikan Dini Anggraeni untuk menanggapi imbauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang melarang peredaran obat sirup untuk sementara.

 Kemenkes RI minta tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk cair atau sirup.

Selain itu, Kemenkes minta seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk cair atau sirup kepada masyarakat.

"Kami sesuai aja dengan surat edaran yang telah dikeluarkan dari Kemenkes RI," kata dia.

Baca juga: 8 Anak Gagal Ginjal Meninggal, Edy Rahmayadi Larang Puskemas dan Rumah Sakit Beri Obat Sirup

Baca juga: JENIS Obat Sirup yang Bisa Sebabkan Gagal Ginjal pada Anak anak, Masih Penyelidikan Kemenkes

Sementara kepada pihak apotek, Dinkes Kota Tangerang telah melakukan sosialisasi terkait imbauan yang bersangkutan kepada asosiasi farmasi beserta apotek.

"Sementara sambil menunggu hasil penelitian ya investigasi, itu tidak dulu memberikan obat-obat pada anak-anak dalam bentuk sirup," kata Dini Anggraeni.

Sebelumnya diberitakan, larangan peredaran obat sirup sebagai  langkah yang diambil akibat merebaknya temuan 206 kasus ginjal akut misterius pada anak  tersebar di 20 provinsi di Indonesia.

Dari total jumlah penderita tersebut, ada 99 anak meninggal dunia.

Total kasus ini berdasarkan data pelaporan yang diterima Kemenkes hingga 18 Oktober 2022. 


 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved