Polisi Tembak Polisi

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Kuat Ma'ruf, Majelis akan Putuskan Rabu Pekan Depan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan oleh terdakwa Kuat Ma'ruf.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Ramadhan L Q
JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Kuat Ma'ruf, Majelis akan Putuskan Rabu Pekan Depan 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA  -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan oleh terdakwa Kuat Ma'ruf.

"Bahwa pada pokoknya Penuntut Umum menolak semua eksepsi (atau) nota keberatan Terdakwa Kuat Ma'ruf," ujar JPU saat membacakan tanggapan atas eksepsi Kuat, di ruang sidang utama Prof Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022).

"Kecuali apa yang diakui dan dinyatakan secara tegas oleh Penuntut Umum dalam pendapat Penuntut Umum atas dakwaan," sambungnya.

Menurut JPU, eksepsi yang dibuat oleh pihak terdakwa mayoritas berisi penyesatan sehingga seolah-olah surat dakwaan yang dibuat oleh JPU bertentangan dengan acara hukum pidana.

"Tujuan Penuntut Umum ini guna meluruskan dalil-dalil yang dibuat oleh terdakwa penasihat hukum yang mayoritas berisi dalil-dalil penyesatan," kata jaksa.

"Sehingga membuat seolah-olah tindakan Penuntut Umum dalam pembuatan surat dakwaan adalah bertentangan dengan acara hukum pidana, yang dakwaan Penuntut Umum tidak dapat diterima, harus dinyatakan ditolak sebagaimana dalam (Pasal) 156 ayat 1 KUHAP," sambungnya.

Atas hal itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutuskan bakal menentukan nasib perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kuat Ma'ruf pada pekan depan.

Adapun melalui sidang putusan sela akan menentukan nasib perkara tersebut apakah dilanjut atau tidak.

Baca juga: Jaksa Juga Minta Hakim Tolak Eksepsi Ferdy Sambo Agar Sidang Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Hakim Ketua, Wahyu Iman Santosa mengatakan, putusan sela akan dilaksanakan pada Rabu (26/10/2022) mendatang.

"Demikian tanggapan atas eksepsi yang diberikan oleh Penasihat Hukum, yang disampaikan JPU telah dibacakan," kata Wahyu.

"Maka sidang akan kami tunda pada Rabu, 26 Oktober 2022 dengan agenda putusan sela," sambungnya. (m31)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved