Kuliner Jakarta
Kuliner Jakarta, Nostalgia dengan Jajanan Masa Kecil di Pasar Nusantara Sarinah
Ada Pasar Nusantara di Basement Sarinah, Jalan MH. Thamrin Jakarta, nostalgia jajanan Jadul dari Tahun 1920-an!
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Ditengah gempuran makanan dari mancanegara dan yang kekinian, makanan tradisional tetap punya tempat di hati masyarakat Indonesia.
Tak hanya yang tinggal di pedesaan, tapi juga warga kota yang rindu makanan yang kerap disebut makanan jadul (Jaman Dulu).
Gedung Sarinah yang berada di jantung Kota Jakarta, Jalan MH. Thamrin pun mengakomodir jajanan tradisional.
Warga bisa bernostalgia dengan makanan saat masa kecil dan juga makanan tradisional yang biasanya hanya ditemui di daerah.
Lebih dari 40 tenant dan jajanan gerobakan dihadirkan di Pasar Nusantara, yang berlokasi di basement Sarinah, Jalan MH Thamrin, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
Berbagai makanan legendaris sejak tahun 1920-an tesaji dengan lezat, seperti kwetiau 28 Aho, Kopi Es Tak Kie, es goyang kampung, aromanis gerobakan, lontong balap, dan masih banyak lagi.
Selain itu, makanan khas berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Padang, Manado, Bogor, Bandung, Betawi, turut tenant-tenant dalam Pasar Nusantara tersebut.
Adapun beberapa makanan lain, seperti asinan, nasi tutug oncom, mie aceh, gado-gado, siomay, bakso, dan aneka minuman nusantara lain, ramai diserbu pembeli.
Baca juga: Sejarah Jakarta, Sarinah, Mal Pertama dan yang Punya Eskalator di Indonesia
Baca juga: Pertokoan Sarinah Dibuka Kembali Hari Ini, Tampil dalam Wajah Baru dan Tawarkan Kekinian
Salah satu penjual es goyang kampung, Anisa mengatakan, Pasar Nusantara tersebut sudah dibuka sejak lama, dan menghadirkan kudapan dari berbagai daerah di Indonesia.
"Bukanya setiap hari, termasuk Sabtu Minggu, paling ganti orang aja," ujar Anisa saat ditemui, Minggu (20/11/2022).
Sementara itu, para pengunjung ramai memadati pasar tersebut sejak sore hari.
Para pengunjung kebanyakan hadir bersama keluarga dan teman, untuk berjelajah kuliner.
Selain tempat yang luas, banyaknya pilihan makanan menjadi alasan utama para pengunjung datang ke tempat tersebut.

Imah (22) contohnya, perempuan asal Karawang tersebut, sengaja datang untuk menikmati es goyang kampung, yang menurutnya sudah jarang ditemui lagi.
"Enak sih tempatnya, bisa nostalgia juga sama jajanan masa kecil, kaya ini es goyang, kan udah jarang yang jual," ujar Imah di lokasi.