Gempa Cianjur

Peneliti Sebut Gempa Cianjur Disebabkan oleh Sesar Aktif baru yang belum Diidentifikasi Sebelumnya

Gempa tektonik di Cianjur,Jawa Barat dugaan awalnya berasal dari pergerakan sesar Cimandiri, namun ternyata sesar baru aktif yang belum diidentifikasi

Penulis: Gilar Prayogo | Editor: Lilis Setyaningsih
Jurnal.unpad.ac.id
Gambaran patahan atau sesar di Jawa Barat, ada Sesar Cimandiri yang membentang dari Sukabumi ke Subang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, DEPOK - Gempa tektonik di Cianjur, Jawa Barat dugaan awalnya berasal dari pergerakan sesar Cimandiri.

Namun para peniliti justru terkejut dengan kejadian yang menimpa Cianjur.

Ternyata gempa tektonik bukan disebabkan oleh sesar Cimandiri.


Melainkan sesar baru yang belum sempat terpetakan oleh para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Menurut peneliti dari BRIN di Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Nuraini Rahma Hanifa mengatakan bahwa sesar Cimandiri memiliki panjang sekitar 100 kilometer (km).

"Panjangnya itu dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi hingga Rajamandala, Cianjur dengan panjang 100 km," ungkapnya saat dihubungi oleh TribunnewsDepok.com, Sabtu (26/11/2022).

Menurutnya sesar Cimandiri sudah terpetakan dengan sangat baik terutama sektor Pelabuhan Ratu hingga Rajamandala.

Baca juga: Gempa Cianjur, 21 Rumah di Kampung Kuta Mangunkerta Hancur yang masih Berdiri pun tak Layak Huni

Baca juga: Kamar Operasi RS Bhayangkara Cianjur Buka 24 Jam, untuk Tangani Pasien Akibat Gempa

"Namun dari Rajamandala hingga Cibeber, Cianjur belum terpetakan dengan baik," jelas Nuraini.

"Jadi persisnya letak dari sesar Cimandiri belum sepenuhnya sempurna maupun detail dengan secara tepat dalam peta sesar di Jawa Barat," lanjutnya.

Dirinya mengatakan bahwa saat ini hanya sesar Lembang yang sudah terpetakan dengan secara sempurna.

"Jadi sebenarnya sesar Cimandiri secara pemetaan harus lebih didetailkan lagi untuk menjadi sempurna," kata Nuraini.

Baca juga: Walaupun di Tenda Pengungsian Kebutuhan Tercukupi, Apih masih Syok, tidak bisa Tidur dan Makan


Peneliti dari BRIN ini mengungkapkan bahwa gempa tektonik di Cianjur memang berasal dari patahan atau sesar yang baru.

"Yang jelas ini adalah sesar aktif baru yang harus segera diidentifikasi lebih detail," tuturnya.

"Memang hingga saat ini identifikasi untuk sesar yang baru sedang berjalan," sambungnya. (M34).
 
 
 
 


Sumber: Tribun depok
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved