Kasus Brigadir J

Tembak Menembak di Rumah Ferdy Sambo Hanya Rekayasa, Benny Ali: Selama Ini Diprank

Benny Ali merasa di prank setelah diikutsertakan dalam penyidikan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Penulis: Nurmahadi | Editor: Ign Agung Nugroho
Akun YouTube Kompas TV
Mantan Karo Provos, Brigjen Benny Ali merasa diprank setelah diikutsertakan dalam penyidikan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -  Mantan Karo Provos, Brigjen Benny Ali mengatakan dirinya  jadi korban kebohongan Ferdy Sambo.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi saksi atas terdakwa Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (6/12/2022).

 

 

Benny Ali merasa diprank setelah diikutsertakan dalam penyidikan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dalam penyidikan itu, Ferdy Sambo menyampaikan kepada anak buahnya, termasuk Benny Ali sebagai Karo Provos Propam Polri bahwa terdapat kejadian tembak-menembak.

Tembak-menembak itu disebut Sambo diawali oleh pelecehan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.

 

Baca juga: Kuat Maruf Ngaku Sempat Takut Ikut Ditembak Ferdy Sambo Usai Bharada E Eksekusi Brigadir J

 

Namun di kemudian hari diketahui bahwa skenario tersebut tidak terjadi.

"Tanggal delapan baru ada pernyataan resmi bahwa ini semuanya rekayasa," kata Benny di dalam persidangan.

Mengetahui hal tersebut, Benny pun merasa dibohongi oleh Ferdy Sambo.

"Perintah selama ini diprank," katanya.

Padahal dirinya hanya menjalankan tugas dan perintah yang diberikan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved