Kasus Brigadir J

Bharada E Kutip Ayat Alkitab dalam Nota Pembelaan, Berharap Tuhan Menolongnya

Bharada E mengutip salah satu ayat dalam Alkitab saat bacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penulis: Nurmahadi | Editor: Ign Agung Nugroho
Tribun Tangerang/Nurmahadi
Bharada E usai membacakan nota pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Mantan ajudan Ferdy Sambo, terdakwa Bharada E mengutip salah satu ayat dalam Alkitab saat bacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam pleidoinya, Bharada E bersumpah untuk setia terhadap negara dan pimpinannya.

Sumpah itu selalu ia tanamkan selama menjadi anggota Polri.

 

 

Setelah itu, Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E  membacakan satu ayat dalam surat Alkitab.

Ayat tersebut merupakan salah satu ayat yang dititipkan oleh kedua orangtuanya agar selalu menjadi peringatan saat mengalami kesusahan.

"Izinkanlah saya mengutip satu ayat Alkitab yang orangtua saya selalu ingatkan kepada saya saat kami sedang sedih dan lemah yang menjadi kekuatan saya," kata Richard Eliezer.

"Mazmur 34 ; 19, 'Sebab Tuhan dekat dengan orang yang patah hatinya dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya', saya yakin kesetiaan saya ini bernilai di mata Tuhan," sambungnya.

 

Baca juga: Bacakan Nota Pembelaan, Bharada E Tak Sangka Telah Diperalat Ferdy Sambo 

 

Selain itu, terdakwa Richard Eliezer juga mengungkapkan rasa kekecewaannya kepada atasannya sendiri, Ferdy Sambo.

Dalam persidangan, Bharada E mengaku tidak menyangka jika peristiwa pembunuhan ini menyeret dirinya hingga harus duduk sebagai terdakwa. 

Padahal, masa-masa ini Richard hanya mengabdi pada institusi Polri yang sangat ia cintai.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved