Profil Clareta Milena, Lulusan SMA Santa Ursula BSD Peraih IPK Tertinggi di ITB

Clareta Milena dinobatkan sebagai mahasiswa IPK tertinggi pada wisuda ITB pada Sabtu (8/4/2023). Clareta Milena merupakan alumni SMA Santa Ursula BSD.

Editor: Ign Prayoga
Dok ITB
Clareta Milena, mahasiswa jurusan Program Studi Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dinobatkan sebagai mahasiswa dengan IPK tertinggi pada Wisuda Kedua ITB Tahun Akademik 2022/2023, Sabtu (8/4/2023). 

Clareta mengatakan, jika dosen di FSRD ITB sangat menghargai waktu dan kedisiplinan dalam pengumpulan tugas.

Tips terakhir yang Clareta bagikan adalah berusaha mengupayakan yang terbaik dalam mengerjakan tugas. "Dalam mengerjakan tugas tidak boleh setengah-setengah harus all out. Saat mengerjakan tugas, aku harus fokus, pikiranku harus di situ untuk mengerjakan tugas. Dan aku harus puas terhadap apa yang aku kerjakan sebelum dikumpulkan," ungkap Clareta.

Buah dari kesungguhannya dalam belajar, Clareta berhasil menjadi Mahasiswa Terbaik Program Studi Kriya Tahun 2021 dan menjuarai beberapa kompetisi seperti juara 3 National Digital Poster Competition dan finalis di Lomba Perancangan Aksesori (LPA), Jakarta Fashion Week tahun 2023.

Di ajang tersebut, Clareta mengikut sertakan Tugas Akhirnya (TA) yaitu perhiasan yang berbahan dasar bioplastik dan pewarna alam.

Selain belajar di kelas, Clareta juga aktif dalam mengikuti beberapa kepanitiaan dan organisasi dalam maupun luar kampus.

Salah satu organisasi dan kepanitiaan yang pernah Clareta ikuti adalah ITB Student Orchestra dan konferensi mahasiswa tingkat ASEAN tentang sustainable industry di bagian departemen Media dan Marketing.

Di kepanitiaan tersebut, Clareta bertugas engagement orang-orang misalnya promosi melalui media sosial. Clareta juga pernah terlibat dalam beberapa proyek dan exhibition.

Ia pernah magang selama tiga bulan di Smart Textile (SMARTEX) di Gent University, Belgia. Di sana, Clareta banyak menghabiskan waktu di laboratorium untuk mengetes kekuatan dari serat-serat tekstil.

Menurutnya smart textile ini bisa menjadi masa depan dari industri tekstil karena kemampuannya untuk bereaksi terhadap stimulus eksternal sehingga tekstil yang dihasilkan tidak hanya indah namun juga fungsional.

Clareta juga pernah menjadi peserta di Biomaterial Exhibition on Sparc Campus by Playo Material Labrary dan Binar: Explorative Craft oleh Himpunan Mahasiswa TERIKAT ITB pada tahun 2021.

Di pameran tersebut, Clareta mengikutsertakan tugas-tugas kuliahnya dan banyak belajar tentang hal-hal baru, salah satunya adalah tentang pewarna alam.

Menurut Clareta, pewarna alam memiliki keunikan tersendiri karena pewarna alam sudah lama digunakan manusia, tapi masih banyak yang bisa diteliti mengingat potensinya yang melimpah di Indonesia.

Memasuki semester 7, Clareta mulai menyusun tugas akhirnya.

Sempat mengubah topik, akhirnya Clareta mantap menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul "Eksplorasi Pewarna Alam pada Bioplastik sebagai Tekstil Alternatif untuk Produk Kriya".

Di dalam TA tersebut, Clareta mencoba mengaplikasikan pewarna alam tingi, tegeran, jalawe, dan indigo pada bioplastik homemade yang dibuat dari alat-alat dapur.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved