Jumat, 1 Mei 2026

11 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Krisis Air Bersih

Sebanyak 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang dilanda krisis air bersih dampak dari musik kemarau.

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
tribuntangerang.com
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat. 

Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Sebanyak 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang dilanda krisis air bersih.

Pasalnya, belasan kecamatan tersebut mengalami kekeringan akibat terdampak musim kemarau ataupun fenomena El Nino.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat.

"Sudah ada 11 kecamatan di Kabupaten mengalami krisis air bersih saat ini, karena kekeringan akibat musim kemarau dampak dari fenomena El Nino," ujar Ujat Sudrajat, Rabu (13/9/2023).

Baca juga: Antisipasi Kekeringan, BPBD Kabupaten Tangerang Siagakan 20 Truk Tangki

Kemudian Ujat menerangkan, 11 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang dilanda kekeringan tersebut seperti Panongan, Curug, Tigaraksa, Jambe, Cikupa, Kresek dan Kronjo.

Sementara itu, empat kecamatan lainnya yang mengalami kekeringan adalah kecamatan yang berada di wilayah utara Kabupaten Tangerang.

"Memang tidak full seluruh kecamatan itu areanya mengalami kekeringan, tapi dalam satu kecamatan ada beberapa desa dan kelurahan yang terdampak," kata dia.

"Karena memanga, mayoritas warga Kabupaten Tangerang di wilayah tersebut menggunakan air tanah untuk sehari-hari," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi warga yang terdampak krisis air bersih tersebut, pihak Dinas Perumahan dan Pemukiman, PDAM, hingga BPBD Kabupaten Tangerang melakukan penyaluran bantuan air bersih.

Baca juga: Memasuki Musim Kemarau Pemkab Tangerang Tetapkan Status Siaga Bencana Kekeringan

Menurutnya, dalam satu kali penyaluran air bersih pihaknya membawa ataupun menyediakan sebanyak 30 kubik air.

Selain ke pemukiman warga, penyaluran bantuan air bersih tersebut juga dilakukan ke tempat ibadah, serta sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Tangerang.

"Bantuan air beraih ini disalurkan bukan hanya untuk kawasan pemukiman, akan tetapi ke tempat ibadah dan sekolah untuk keperluan MCK yang membutuhkan air bersih ini," tuturnya.

"Dalam satu hari bisa sampai lima atau enam kali kami datang membawa bantuan air bersih, karena memang armada mobil tangki BPBD terbatas," terang Ujat Sudrajat. (m28)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved