Jumat, 17 April 2026

Bank Banten

Saham Bank Banten Anjlok Parah, Hari Ini Nilainya Tinggal Rp 31 per Lembar

Harga saham Bank Banten anjlok parah dalam sepekan terakhir, sejak 25 Maret 2024 hingga Senin (1/4/2024).

|
Editor: Ign Prayoga
Istimewa
Grafik anjloknya harga saham Bank Banten 26 Maret hingga 1 April 2024. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Harga saham Bank Banten anjlok parah dalam sepekan terakhir.

Pada Senin (1/4/2024) siang, selembar saham Bank Banten (BEKS) harganya hanya Rp 31.

Sementara pada Senin (26/3/2024), harga saham Bank Banten bertengger di angka Rp 45.

Dalam sepekan terakhir, harga saham Bank Banten terus turun hingga pada Senin siang tercatat cuma Rp 31.

Bank Banten yang resminya bernama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemprov Banten.

Saham Bank Banten bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) Provinsi Banten yang disuntikkan ke Bank Banten melalui mekanisme penyertaan midah daerah (BUMD).

Bank Banten didirikan pada tahun 2014 atau pada masa Wahidin Halim menjabat sebagai Gubernur Banten.

Dalam sebuah artikel di Trenasia.com tahun 2023, Bank Banten adalah sebuah fenomena langka di industri perbankan Indonesia. Bank ini terus-menerus mencatatkan kerugian sejak tahun 2014 atau lebih dari 9 tahun silam.

Namun, pada Februari 2024, Bank Banten mengklaim meraih keuntungan. Bank Banten berhasil mencatatkan laba bersih Rp 27,29 miliar untuk tahun buku 2023. Sebelumnya Bank Banten menderita rugi bersih Rp 249,37 miliar pada tahun 2022.

Dikutip dari Kontan.co.id, keberhasilan Bank Banten dalam membalikkan kerugian menjadi laba ini tidak terlepas dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang tumbuh 25,57 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 196,27 miliar pada 2023.

Bank Banten juga mencatatkan perolehan laba operasional sebesar Rp 29,1 miliar pada 2023, dari sebelumnya masih rugi Rp305,56 miliar pada 2022.

Kinerja bisnis Bank Banten tidak terlepas dari penyalurkan kredit yang naik tipis menjadi Rp 3,33 triliun pada 2023, dari sebelumnya Rp 3,31 triliun pada tahun 2022.

Bank Banten juga mencatatkan pemulihan dari penyisihan kerugian penurunan nilai aset bank sebesar Rp 17,49 miliar pada 2023.

Sementara itu, total Aset Bank Banten menyusut 5,84 persen (year on yera/yoy) menjadi Rp 6,8 triliun pada 2023. Penyusutan aset ini terutama disebabkan terkurasnya giro di Bank Indonesia dari Rp 558,17 miliar menjadi Rp 279,9 miliar.

Sejalan dengan itu, Bank Banten juga semakin efisien dalam menjalankan operasionalnya. Hal ini terlihat dari perbaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada tahun 2023 menjadi 95,19 persen dari sebelumnya 155,94 persen pada 2022.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved