Senin, 13 April 2026

Panas di Thailand Mencapai 45 Celcius, 30 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Di Bangkok, suhu mencapai 40,1 derajat Celcius pada Rabu (24/4/2024) dan pada Kamis (25/4/2024). Akibat suhu ekstrem tersebut, Kementerian Kesehatan

Editor: Joseph Wesly
Shutterstock
Ilustrasi suhu panas ekstrem 

TRIBUN TANGERANG.COM- Suhu panas menyerang Thailand. Suhu bisa mencapai lebih dari 45 derajat Celcius. Pemerintah pun mengeluarkan peringatan baru tentang cuaca panas ekstrem pada Kamis (25/4/2024).

Di Bangkok, suhu mencapai 40,1 derajat Celcius pada Rabu (24/4/2024) dan pada Kamis (25/4/2024). Akibat suhu ekstrem tersebut, Kementerian Kesehatan mengatakan, antara 1 Januari hingga 17 April 2024, 30 orang dilaporkan meninggal dunia akibat heat stroke atau sengatan panas, dikutip dari Straits Times, Kamis (25/4/2024).

Sepanjang 2023 suhu ekstrem di Thaild sudah merenggut sebanyak 37 orang. Wakil Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Direk Khampaen mengatakan para pejabat mendesak orang lanjut usia dan orang yang memiliki kondisi medis penyerta untuk tetap berada di dalam rumah dan minum air secara teratur.

Diketahui, April merupakan waktu terpanas sepanjang tahun di Thailand dan beberapa negara lain di Asia Tenggara. Meskipun demikian, kondisi pada 2024 diperkirakan akan lebih buruk karena pola cuaca El Nino. Pada 2023, tekanan panas di seluruh dunia telah mencapai rekor tertinggi.

Badan cuaca dan iklim PBB mengungkapkan bahwa benua Asia mengalami pemanasan dengan sangat cepat.

El Nino juga sebabkan suhu panas di Filipina Juru bicara Satuan Tugas El Nino sekaligus Asisten Komunikasi Kepresidenan Filipina, Joey Villarama mengatakan bahwa 103 kota di Filipina juga mengalami kondisi bencana akibat El Nino.

Adapun daerah yang terkena dampak antara lain Provinsi Antique, Sultan Kudarat, Basilan, Maguindanao del Sur, dan Occidental Mindoro.

“Sebenarnya Presiden kemarin sudah menyebutkan bahwa hampir seluruh Filipina terkena dampaknya. Tapi sekali lagi, dengan kadar yang berbeda-beda, sehingga pemerintah fokus memberikan bantuan, tergantung kebutuhan masing-masing provinsi,” ungkap Villarama, dilansir dari Philstar, Kamis (25/4/2024).

Berdasarkan data dari Departemen Kesejahteraan Sosial Filipina, Villarama mengungkapkan bahwa sebanyak 2.116.420 orang, termasuk petani dan nelayan, terkena dampak El Nino.

Villarama juga memperkirakan bahwa Filipina akan dilanda El Nino hingga Mei atau Juni 2024. Selain itu, indeks panas di Aparri, Cagayan, Filipina mencapai suhu terik 48 derajat Celsius pada Selasa (23/4/2024) dan menjadi rekor suhu terpanas sepanjang 2024.

Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) mengatakan, setidaknya 30 wilayah di Filipina mengalami tingkat panas yang berbahaya pada Kamis (25/4/2024).

Di sisi lain, Departemen Pendidikan Filipina mengungkapkan sebanyak 6.695 dari 47.678 sekolah negeri di Filipina memutuskan pembelajaran daring dan menggunakan modul akibat cuaca panas yang ekstrem.

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved