Sabtu, 13 Juni 2026

Saham Apple Tembus Rp 3,5 Juta Per Lembar usai Rilis Apple Intelligence

Kenaikan ini terjadi setelah mereka mengumumkan fitur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Apple Intelligence di acara Apple Worldwide Devel

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
Istimewa
Apple rilis Apple Intelligence. 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Saham Apple meningkat sekitar tujuh persen menjadi 218 dollar AS (sekitar Rp 3,5 juta) per lembar.

Kenaikan ini terjadi setelah mereka mengumumkan fitur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Apple Intelligence di acara Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) 2024.

Ini menjadi rekor baru bagi Apple, mengalahkan harga saham tertingginya pada Desember 2023, yakni sekitar 196,96 dollar AS (sekitar Rp 3,2 juta) per lembar.

Apple menjadi perusahaan paling berharga dan paling makmur di dunia. 

Apple, pada Rabu (12/6/2024) waktu Amerika Serikat, memiliki kapitalisasi pasar (market cap) sebesar 3,34 triliun dollar AS (sekitar Rp 54.304 triliun, kurs Rp 16.258), mengalahkan kapitalisasi pasar Microsoft senilai 3,26 triliun dollar AS (setara Rp 53.007 triliun).

Ini menjadi rekor baru bagi Apple, mengalahkan harga saham tertingginya pada Desember 2023, yakni sekitar 196,96 dollar AS (sekitar Rp 3,2 juta) per lembar.

Akan tetapi, kapitalisasi pasar Apple pada penutupan perdagangan hari Rabu menurun menjadi 3,267 triliun dollar AS (sekitar Rp 53.121 triliun), lebih rendah daripada kapitalisasi pasar Microsoft di angka 3,278 triliun dollar AS (sekitar Rp 53.300 triliun).

Dengan kata lain, Apple memang sempat menjadi perusahaan paling berharga di dunia, tetapi mereka pada akhirnya kembali ke posisi kedua di bawah Microsoft dan di atas Nvidia.

Menurut analis firma investasi Evercore dan Bank of America, Morgan Stanley, Apple Intelligence bakal mendorong pengguna untuk membeli iPhone baru. 

Sebab, fitur kecerdasan buatan ini hanya dibatasi untuk versi iPhone terbaru saja, yaitu iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max.

"Membatasi Apple Intelligence pada iPhone yang dijual dalam setahun terakhir menambah keyakinan kami bahwa AI dapat membantu memulai siklus super iPhone,” jelas Stanley.

Sementara itu, analis firma investasi Mizuho Securities, Daniel O'Regan mengatakan bahwa Apple mengumumkan hal yang memang diharapkan orang-orang. O'Regan melanjutkan bahwa Apple Intelligence bukanlah terobosan yang baru, tetapi masih menjadi langkah ke arah yang benar.

Terlepas dari itu, posisi tiga besar perusahaan paling berharga di dunia terasa kompetitif, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Mashable, Kamis (13/6/2024).

Microsoft telah menyalip kapitalisasi pasar Apple pada Januari 2024, kemudian Nvidia sempat menyalip Apple pada awal bulan Juni ini. Kini, Apple sempat menyalip Microsoft meskipun pada akhirnya kembali ke posisi kedua.

Microsoft kemungkinan akan merasakan manfaat dari ambisi AI Apple, mengingat Apple mengumumkan bahwa mereka akan menyertakan model bahasa besar (large language model/LLM) OpenAI yang bisa dimanfaatkan pengguna ke perangkatnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved