Jumat, 10 April 2026

Blak-blakan, Imigrasi Sudah Minta Minta Kominfo 'Back Up' Data Sejak April tapi Dicuekin

Namun ternyata permintaan itu dicuekin atau tidak mendapat respons dari Kominfo.

Editor: Joseph Wesly
(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)
Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim (tengah) saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2024). 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Pusat Data Nasional (PDN) mengalami gangguan beberapa waktu lalu. Ganggan diketahui berasal dari serangan Rasomware.

Imigrasi menjadi satu di antara instansi yang terdampak.

Merespons hal itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Silmy Karim mengatakan sebenarnya sudah meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk membackup atau pencadangan sejak April 2024.

Imigrasi meminta  800 data untuk dicadangkan oleh Kominfo.

Namun ternyata permintaan itu dicuekin atau tidak mendapat respons dari Kominfo.

“File kita itu ada 800 yang secara PDN ada backupnya itu 200. Nah bulan April kita menyurati Kominfo, untuk meminta backup dibuatkan replika bulan April,” kata Dirjen Imigrasi Silmy Karim dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2024).

Alhasil, Silmy meminta kepada jajarannya untuk tetap memperbarui secara berkala lewat pencadangan internal Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim).

“Yang jelas bulan April kita sudah minta untuk dibuatkan replika (tidak ada klausul backup data). Memang tidak dijawab. Makanya kita siapkan, di Pusdakim begitu,” urai Silmy.

Silmy berujar, pihaknya meminta pencadangan data pada PDN yang dikelola Kominfo karena setelah beberapa waktu diperiksa, tidak ditemukan data backup yang seharusnya dikelola PDN.

“Di situ kan kita minta ngecek-ngecek memastikan, nah kita baru tahu itu kan beberapa waktu setelah mengirim surat. Asumsi kita PDN menyediakan mirror. Seandainya punya mirror juga naruhnya di mana, karena itukan masih PDNS gitu kan,” tutur Silmy.

Namun, dirinya menyampaikan bahwa persoalan backup data telah diatasi dengan data internal yang tersimpan pada Pusdakim.

Dengan demikian, saat ini pelayanan keimigrasian telah berjalan 100 persen dan tidak mengalami kendala.

“Dari 800 hanya ada 190 (dari backup PDN), yang bisa dipakai 7 untuk menghidupkan kembali kurang. Makanya kita pakai itu aja Pusdakim enggak apa-apa," katanya.

Pelayanan keimigrasian di segala lini termasuk bandara sempat mengalami kelumpuhan total. Pelayanan yang semestinya terbiasa menggunakan online atau sistem, terpaksa beralih ke manual.

Data BAIS TNI Direstas

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved