Kuliner Jakarta
Bakmie Doraemon Kuliner Legendaris Satu-satunya Sejak 1986 di Kelurahan Rawasari Cempaka Putih
Bakmie ini sudah ada sejak tahun 1986 silam dan saat itu harganya masih Rp 250. Meski sudah 38 tahun, tapi pemilik Bakmie Doraemin tidak mau pindah.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Joko Supriyanto
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Warga Jalan Pramuka Sari III, RT 02/08, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat tak asing lagi dengan Bakmie Doraemon.
Bakmie ini sudah ada sejak tahun 1986 silam dan saat itu harganya masih Rp 250. Meski sudah 38 tahun, tapi pemilik Bakmie Doraemin tidak mau pindah dan belum bersedia buka cabang baru.
Juki, generasi kedua Bakmie Doraemon menceritakan, pertama kali orangtuanya jualan mie ayam, belum memiliki nama.
Sekira tahun 1990an, masuk salah satu sponsor penyedap rasa memasang spanduk besar bergambar kartun Doraemon.
Para pelanggan yang datang, mengingat tempat orangtua Juki dengan nama Doraemon. Para pelanggan akhirnya memanggil bakmie tersebut dengan seburan Doraemon.
"Sebelumnya tidak punya nama, juala aja. Ada film Doraemon juga, terus ditambah produk masuk. Jadilah nama itu dipakai sampai sekarang," jelasnya saat ditemui Sabtu (13/7/2024).
Menurut Juki, dari dulu sampai sekarang Bakmi Doraemon bisa habiskan sekira 50 sampai 100 porsi perhari. Ia mulai buka warungnya dari pukul 09.00 WIB sampai 21.00 WIB.
Ia menyatakan, tidak ada keistimewan hari, karena dari Minggu ketemu Minggu pasti lakunya sama diangka tersebut.
Pria berkaos club sepak bola itu membeberkan harga perporsi bakmie nya yaitu Rp 17.000 paket standard.
Sedangkan, paket komplit dengan tambahan toping pangsit rebus dan bakso, seharga Rp 21.000.
"Kalau pakai ceker ayam paling masing-masing paket nambah Rp 4.000. Karena tidak semua orang suka dengan ceker ayam," tegasnya.
Sedangkan minuman yang dijual oleh Juki ada teh botol sosro, es tea, es jeruk, es kelapa dan aqua.
Dalam satu bulan, Juki bisa mendapatkan keuntungan jualan sebesar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta tergantung banyaknya porsi yang terjual setiap hari.
"Belum ada cabang, karena pengelolaan mie ayam ini masih dipegang sama orangtua. Kalau saya yang pegang pasti akan ada perkembangan. Kalau buka cabang juga berat bawa nama Doraemonnya," tuturnya.
Kendati Bakmie Doraemon sudah dikenal warga, tapi Juki tidak mau jualan lewat aplikasi seperti Gojek, Grab maupun Shoope.
| Soto Goreng Bang Ateng Kini Viral Diburu Food Vloger: Dulu Berawal dari Iseng |
|
|---|
| Restoran Chanba Tawarkan Konsep Private Dining di Jakarta Cocok untuk Makan Bersama Keluarga |
|
|---|
| Jadi Favorit Anak Muda, Kerak Telor Milik Hasan Basri di Kota Tua Ternyata Sudah Ada Sejak 1992 |
|
|---|
| Menikmati Legit dan Gurihnya Cendol Langkok Khas Bukittingi di Inspeksi Kali Grogol Palmerah |
|
|---|
| Mochi Nam Yang Kuliner Legend yang Masih Eksis di Kawasan Glodok Jakarta Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Bakmie-Doraemon.jpg)