Kuliner Jakarta

Soto Goreng Bang Ateng Kini Viral Diburu Food Vloger: Dulu Berawal dari Iseng

Kudapan yang sempat viral lantaran keunikannya itu, rupanya menyimpan cerita tersendiri di balik kehadirannya.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Joko Supriyanto
Wartakotalive.com/Nure
Soto Goreng Bang Ateng yang berlokasi di dalam Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, jadi salah satu makanan yang menjadi primadona baru di dunia kuliner. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Soto Goreng Bang Ateng yang berlokasi di dalam Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, jadi salah satu makanan yang menjadi primadona baru di dunia kuliner.

Kudapan yang sempat viral lantaran keunikannya itu, rupanya menyimpan cerita tersendiri di balik kehadirannya.

Diceritakan oleh Muhammad Khotib atau yang lebih dikenal dengan Bang Ateng (51), terciptanya 'soto goreng' bermula dari keisengannya sendiri.

"Awalnya iseng-iseng buat makan sendiri. Pas ngebikin tuh ada yang ngelihat juga. Terus akhirnya dia nyobain, jadi akhirnya jadi menu asalnya," kata Ateng kepada Warta Kota di lokasi, Sabtu (12/7/2025).

Ateng berujar, ia sudah berjulan soto di Pasar Palmerah sejak tahun 2004. Kala itu, menu yang dijualnya hanyalah soto mi dan soto daging saja.

Barulah keisengan itu muncul pada 2010 lalu dan langgeng menjadi menu andalan hingga 15 tahun ke belakang.

Sehingga menurutnya, soto goreng ini tidak berasal dari daerah tertentu, melainkan lahir dari idenya sendiri. Termasuk, perbumbuannya.

"Awalnya coba-coba aja dulu. Cuman ya mulut ke mulut mungkin enggak tahu (tiba-tiba ramai), mungkin Youtuber juga awalnya kebanyakan ke sini," jelas Ateng.

Dia berujar, bumbu-bumbu yang dimasukkan sebagai tambahan kala menggoreng daging untuk soto, diraciknya sendiri hasil mencoba—mengulang (trial and error) sebelum disajikan ke pembeli.

Berkat mulai terkenalnya soto goreng buatannya, penghasilan Ateng pun meningkat drastis hingga 50 persen.

Ia bahkan kini sudah mempekerjakan 2 karyawan di kios dan membuat sebuah rumah untuk istri dan tiga anaknya di wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

"Bisa 15-20 kilogram daging, jualan dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB," ujar Ateng.

Pencapaian itu sama sekali tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Pasalnya, Ateng dahulu hanyalah karyawan di sebuah hotel hingga ikut di sebuah resto soto ternama pada tahun 1990.

Namun pada 2004 itulah, Ateng memutuskan membangun usaha di atas kakinya sendiri.

Rupanya, pijakan awal itulah yang membuatnya naik kelas hingga saat ini.

"Dulu jualnya cuma Rp 25.000, sekarang alhamdulillah meningkat," pungkasnya. 

Untuk informasi, Soto Goreng Bang Ateng ini buka pada Seni -Sabtu mulai pukul 09.30 WIB hingga 16.30 WIB atau sesuai stok yang masih tersedia.

Lokasinya, berada di lantai 2 Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, tepatnya di area food court. (m40)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved