Senin, 4 Mei 2026

Lawan Jadi Kawan, JD Vance Dulu Ternyata Pernah Sebut Donald Trump Hitlernya Amerika

Vance diumumkan menjadi calon wakil presiden Trump di dalam Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee pada Selasa (16/7/2024).

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
Joe Raedle/Getty Images
Trump dan James David Vance. 

TRIBUN TANGERANG.COM, COLORADO- Senator James David Vance atau dikenal dengan JD Vance resmi menjadi pendamping Donald Trump di Pilpres Amerika.

Vance diumumkan menjadi calon wakil presiden Trump di dalam Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee pada Selasa (16/7/2024).

Sebelum menjadi cawapres Trump, JD Vance keras melontarkan kritik keras kepada Trump.

Dia bahkan pernah menyebut trump adalah Hitlernya Amerika dan tokoh yang tercela.

Trump menyambut baik terpilihnya eks anggota marinir tersebut lewat akunnya di Truth Social.

Vance adalah pendatang baru dalam politik nasional dan menjadi cawapres termuda di Amerika Serikat sejak majunya Richard Nixon tahun 1952.

Senator asal Ohio itu mewakili identitas Rust Belt, sebuah kawasan yang dulunya merupakan pusat industri dan kini terpuruk, sehingga banyak warganya yang merasakan adanya kesamaan dengan slogan kampanye Trump yaitu Make America Great Again atau sering disingkat MAGA.

“Dari sekian banyak pilihan yang dimiliki oleh mantan presiden Trump, Senator Vance adalah orang yang mungkin paling dekat dengan gaya dan filosofi MAGA Presiden Trump,” kata Joel Goldstein, sejarawan yang selama ini mengkaji kinerja presiden Amerika.

Biasanya kandidat presiden memilih sosok cawapres yang dapat menjangkau calon pemilih di luar basis massanya. Tapi menurut Goldstein, kali ini tidak demikian.

“Saya pikir yang diharapkan oleh Presiden Trump adalah sosok yang akan membantu memberi semangat pada sebagian pemilih untuk memilih, mereka-mereka yang semula mungkin tidak akan memilih. Bahwa Vance akan menjadi sosok yang menarik bagi orang-orang yang memiliki latar belakang yang sama,” imbuhnya.

Vance pertama kali dikenal luas lewat otobiografinya Hillbilly Elegy yang mengisahkan masa kecilnya di tengah kemiskinan dan keterpurukan ekonomi di Middletown, Ohio.

Orang tua Vance bercerai, lalu ia dibesarkan kakek dan neneknya karena ibunya kecanduan narkoba

Vance lalu berkarir di Korps Marinir, lulus dari The Ohio State University dan Yale Law School, berkarir dalam modal ventura, sebelum akhirnya terjun ke politik.

Vance sebelumnya vokal menyuarakan anti-Trump. Ia bahkan pernah menyebut mantan presiden itu sebagai tokoh "tercela" dan bahkan "Hitlernya Amerika”, tetapi kini ia berbalik menjadi pendukung kuat Trump.

Tak lama setelah peristiwa penembakan Trump di Pennyslvania, JD Vance menyalahkan retorika Presiden Joe Biden.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved