Bukan Lulusan Akpol, Ahmad Luthfi Sandang Bintang 3, Disebut Dipersiapkan Rebut 'Kandang Banteng'

Kenaikan pangkat Ahmad Luthfi melalui Korps Raport di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (29/7/2024).

Editor: Joseph Wesly
(Polri)
Ahmad Luthfi dilantik jadi Komnjen di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (29/7/2024). Komjen Ahmad Lutfi resmi jadi Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Perdagangan. 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Kapolda Jateng, Ahmad Luthfi kini resmi berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen). Ahmad Luthfi resmi berpangkat Komjen karena menjabat Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Kenaikan pangkat Ahmad Luthfi melalui Korps Raport di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (29/7/2024). Selain itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menaikkan pangkat enam orang perwira tinggi (pati) Polri 

"Ada tambahan enam Korps Raport kenaikan pangkat," kata Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin. Salah satu pati yang mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah Ahmad Luthfi yang kini 

Diusung di Pilkada Jateng

Sosok Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Ahmad Luthfi tengah menjadi perhatian publik akhir-akhir ini.

Hal itu bermula dari banyaknya spanduk dan poster bergambar wajah Ahmad Luthfi yang menunjukkan dirinya bakal maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jateng 2024.

Jawa Tengah adalah daerah yang selama ini dikenal sebagai basis massa PDIP sehingga disebut sebagai Kandang Banteng.

Spanduk dan poster bernada Ahmad Luthfi akan nyagub dapat ditemui di berbagai kabupaten/kota di Jateng, seperti Semarang, Solo, dan Magelang.

Di sisi lain, Partai Amanat Nasional (PAN) juga sudah menyatakan kesiapannya mengusung jenderal bintang dua tersebut sebagai calon Gubernur Jateng.

Meski begitu, belum banyak orang yang mengetahui bahwa sosok Ahmad Luthfi yang digadang-gadang maju sebagai calon Gubernur Jateng 2024 bukanlah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).

Lantas, seperti apa perjalanan karier Ahmad Luthfi?

Perjalanan karier Kapolda Jateng Ahmad Luthfi

Dilansir dari Kompas.com, Senin (10/6/2024), Ahmad Luthfi lahir di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada 22 November 1966.

Ia memulai kariernya di kepolisian ketika masuk Sekolah Perwira (Sepa) Militer Sukarela (Milsuk) Polri pada tahun 1989 Pada saat itu, Ahmad Luthfi bisa masuk Sepa Milsuk karena ia mempunyai latar belakang intelijen keamanan.

Billboard bergambar Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi berdampingan dengan KH Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin di Jalan Letjen Soeprapto, Sumber, Banjarsari, Solo.
Billboard bergambar Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi berdampingan dengan KH Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin di Jalan Letjen Soeprapto, Sumber, Banjarsari, Solo. (Istimewa)

Setelah menamatkan pendidikan di Sepa Milsuk, Ahmad Luthfi melanjutkan studinya di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) pada 2000.

Pendidikan Ahmad Luthfi berlanjut di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri pada 2005. Dua tahun setelahnya, ia masuk Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Termasuk “Geng Solo”

Ahmad Luthfi yang masuk bursa calon Gubernur Jateng ternyata memiliki hubungan dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut bermula ketika ia ditugaskan sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Solo pada 2011. Pada saat itu, Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo sebelum maju Pilkada DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama.

Pada 2015, Ahmad Lutfi mengemban tugas baru sebagai Kapolresta Solo dengan pangkat komisaris besar (kombes) setelah dipromosikan oleh Markas Besar Polri.

Perjalanan karier Ahmad Luthfi berlanjut sebagai Analisis Kebijakan Madya Bidang Sosial Budaya Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri pada 2017.

Tidak lama setelahnya, ia diangkat menjadi Wakapolda Jateng pada 2018 dengan pangkat brigadir jenderal (brigjen) atau jenderal bintang satu.

Setelah itu, ia mendapat kenaikan pangkat menjadi inspektur jenderal (irjen) sebagai Kapolda Jateng dengan dua bintang tersemat di pundak.

Bukan lulusan Akpol Saat ditunjuk menjadi Kapolda Jateng, sosok Ahmad Luthfi cukup menyita perhatian publik karena tugas baru ini diemban ketika Polri melakukan mutasi besar-besaran pada 2020.

Sebanyak 520 perwira tinggi dan menengah, dengan sembilan Kapolda dimutasi oleh Jenderal (Pol) Idham Azis yang pada saat itu menjabat sebagai Kapolri.

Selain itu, sosok Ahmad Luthfi juga diperbincangkan publik karena ia menjadi Kapolda Jateng pertama yang bukan lulusan Akpol.

Menurut Neta S Pane yang pada 2020 menjabat sebagai Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), mutasi Polri pada 2020 menunjukkan ada tiga gerbong besar yang bergerak.

”Yakni naiknya orangnya (Presiden) Jokowi menjadi Kapolda Jawa Tengah, naiknya orang-orangnya Kapolri Idham Azis, di antaranya menjadi Kapolda Kalimantan Tengah dan Kapolda Jawa Timur, serta naiknya orangnya (Kepala Badan Intelijen Negara) Budi Gunawan menjadi jenderal bintang tiga,” ujar Neta dikutip dari Kompas.id, Jumat (1/5/2020).

Neta mengatakan, dari tiga gerbong tersebut, penunjukkan Ahmad Luthfi menjadi yang paling fenomenal. Ia menilai, melesatnya karier Ahmad Luthfi bermula saat ia menjadi panitia pengamanan pernikahan putri Presiden Joko Widodo di Solo pada 2017.

Pada saat itu, Neta menduga, Jokowi sengaja mempersiapkan Ahmad Luthfi sebagai Kapolri di masa yang akan datang menggantikan Idham. Namun, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang akhirnya dilantik menjadi pengganti Idham sebagai Kapolri. Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved