Berita Viral

Massa Demo Tetap Bertahan Meski Hujan Deras Guyur Sekitar Mako Brimob Kwitang

Banyak pengunjuk rasa yang semula memenuhi jalan, mulai melipir mencari tempat untuk berteduh dari derasnya hujan

Editor: Joseph Wesly
(Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)
HUJAN GUYUR KWITANG - Situasi unjuk rasa di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2025) malam. Massa belum membubarkan diri meski hujan turun. (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow) 

TRIBUN TANGERANG.COM, KWITANG- Hujan deras mengguyur kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, pada Jumat malam (29/8/2025).

Guyuran hujan mulai turun sekitar pukul 18.40 WIB, membuat situasi aksi unjuk rasa di sekitar lokasi ikut berubah.

Banyak pengunjuk rasa yang semula memenuhi jalan, mulai melipir mencari tempat untuk berteduh dari derasnya hujan.

Pantauan di lapangan menunjukkan massa mulai menjauhi ruas jalan utama di kawasan tersebut.

Situasi itu terlihat jelas di perempatan yang menghubungkan Jalan Pasar Senen dengan Jalan Kramat Kwitang.

Sebagian besar peserta aksi memilih berteduh di bawah jembatan layang maupun di sekitar gedung-gedung terdekat.

Meski hujan mengguyur deras, hingga malam hari massa aksi masih tetap bertahan di sekitar Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat.

Mereka belum menunjukkan tanda-tanda akan membubarkan diri atau mengakhiri aksi.

Baca juga: Peran 7 Anggota Brimob dalam Kasus Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis, Kini Dipatsus 20 Hari

Unjuk rasa ini sendiri diklaim sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta pada malam sebelumnya.

Gelombang protes di Kwitang sudah berlangsung sejak pagi tadi dan terus berlanjut hingga malam hari.

Baca juga: Puan Maharani Minta Maaf atas Meninggalnya Driver Ojol Affan Kurniawan: Kami akan Terus Berbenah

Aksi massa ini bermula dari demonstrasi di depan gedung DPR RI, Kamis (28/8/2025), yang sempat berakhir ricuh.

Awalnya, massa menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan DPR, terutama terkait tunjangan anggota dewan yang dinilai tidak berpihak pada kondisi rakyat.

Namun, arah protes kemudian bergeser menyoroti kasus tragis yang menewaskan pengemudi ojol tersebut.

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved