Berita Viral

Analisis Pakar Forensik Reza Indragiri Driver Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Barracuda Brimob

Reza Indragiri memberi analisis mendalam terkait insiden yang merenggut nyawa  driver ojol tersebut

Editor: Joseph Wesly
Tangkapan layar di Instagram dan TikTok)
ANALISIS PAKAR FORENSIK- Driver ojol bernama Affan Kurniawan tewas tertabrak mobil rantis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam. Berikut analisis pakar forensik soal lakalantas insiden tersebut. (Tangkapan layar di Instagram dan TikTok) 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARA- Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel angkat bicara soal tewasnya driver ojol Affan Kurniawan (21) yang tewas terlindas rantis Brimob atau Barracuda di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Reza Indragiri memberi analisis terkait insiden yang merenggut nyawa  driver ojol tersebut.

Reza menjelaskan beberapa aspek dari kaca mata Psikolog forensik terhadap sopir barracuda dan korban.

Berikut beberapa aspek yang dibahas Reza Indragiri melihat insiden yang menyedihkan tersebut.

Kecemasan Tinggi dalam Situasi Ricuh

Menurut Reza, penelitian menunjukkan bahwa polisi juga rentan mengalami kecemasan ekstrem dalam kondisi kerumunan. Ketika massa bergerak tidak terkendali, ketegangan di lapangan meningkat sehingga risiko salah perhitungan lebih besar.

Baca juga: Reza Indragiri Soroti Psikis Pengemudi Rantis: Kalo Petinggi Negara Amanah, Insiden Ini Tak Terjadi

Kendaraan Masih Bisa Dikendalikan

Meski rantis bergerak dengan kecepatan yang relatif rendah, tabrakan tetap terjadi. Bagi Reza, hal itu menandakan bahwa faktor eksternal, seperti kerumunan yang tidak teratur, lebih dominan dibanding sekadar kemampuan teknis mengemudi.

Fokus Pengemudi Terganggu

Dalam keramaian, pengemudi tidak dapat hanya fokus lurus ke depan. Mereka dituntut menyapu pandangan ke berbagai arah untuk menghindari benturan. Kondisi ini membuka peluang besar terjadinya miskalkulasi dalam hitungan detik.

Gerakan Demonstran Tidak Seragam

Reza menyoroti perbedaan pola gerak antara demonstran berjaket hitam dan hijau yang sama-sama berada di dekat rantis. Perbedaan posisi tubuh dan kecepatan membuat pengemudi harus mengambil keputusan spontan, yang dalam kasus ini tidak berjalan sempurna.

Baca juga: Tangis Ibu Affan Kurniawan Saat Anies Baswedan Datang Melayat: Anak Saya Enggak Ada Pak

Adaptasi yang Melenceng

Pada tahap awal, pengemudi berhasil menghindar dari salah satu demonstran. Namun, saat menghadapi demonstran berikutnya, adaptasi yang dilakukan tidak berhasil sehingga menimbulkan tabrakan fatal.

Reaksi Pasca Benturan

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved