Sabtu, 6 Juni 2026

Pria Murah Senyum dan Lemah Lembut Itu Kini Telah Tiada

Badannya terkoyak, sekaligus mengoyak ikhtiar anak-anak manusia untuk memuliakan nyawa ciptaan Ilahi. Kekerasan yang amat keji itu sekaligus merajam r

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
(REUTERS/Aziz Taher/File Photo Acquire Licensing Rights)
Ismail Haniyeh. 

Maka, jasad boleh pergi, tetapi roh perlawanan tentang keadilan, terawat rapi. Bila kelak memang terbukti bahwa serangan tersebut dilakukan oleh Israel, maka dunia harus bersiap.

Iran akan melibatkan diri dalam perang antara Hamas dengan Israel. Iran akan merasa, bukan hanya terusik, tetapi kehilangan harga diri sebab operasi senyap itu dilakukan dalam wilayahnya, terhadap tamu yang dilindunginya. Apalagi sekarang ini, perang antara Hezbollah dengan Israel, nampak-nampaknya tak bisa lagi dielakkan.

Selama ini, Iran selalu menopang gerakan perlawanan Hezbollah. Maka kian lengkaplah alasan Iran terlibat dalam perang antara Israel dengan Hamas.

Dalam perang antara Israel dan Hamas sekarang ini, terjadi tatkala negara super power Rusia, pengimbang Amerika Serikat, mengalami gangguan ekonomi dan terkuras akibat perangnya dengan Ukraina. Hamas berperang tanpa dukungan negara super power, sebagaimana perang enam hari pada 1967 dan perang Yon Kippur pada 1973.

Uni Soviet mendukung negara-negara Arab: Siria, Mesir, Yordania, sementara Amerika Serikat mendukung Israel. Namun, dengan kondisi kekinian itulah yang membuat semangat perlawanan anak-anak Palestina kian berkobar.

Sekarang, apakah Amerika Serikat tetap kokoh menyokong gerakan membabi-buta Israel? Rasa kemanusiaan itu di mana?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved