Musim Buka Lahan, 24 Warga Baduy Digigit Ular Berbisa, 1 Orang Meninggal

Ular biasanya bersembunyi di semak-semak atau di bawah tumpukan kayu-kayu kering.

Editor: Joseph Wesly
(Kompas.com/ Suci Wulandari Putri)
Pintu masuk menuju Baduy Luar dan Baduy Dalam, Sabtu (18/5/2024). 

TRIBUN TANGERANG.COM, LEBAK- Ular tanah menggigit 24 warga suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Warga digigit ular berbisa saat membuka lahan untuk pertanian.

Ular biasanya bersembunyi di semak-semak atau di bawah tumpukan kayu-kayu kering.

 "Lagi musim tanam, jadi mereka membuka lahan, jadi banyak yang digigit ular," kata Ketua Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif Kirdiat kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (14/8/2024).

Arif mengatakan, data tersebut dihimpun sejak Januari hingga Agustus 2024.

Jumlah tersebut yang diketahui, karena tidak semua warga melapor setelah digigit ular.

Dari 24 orang itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia, karena terlambat mendapatkan pertolongan.

"Meninggal satu orang, yang teramputasi dengan sendirinya ada dua, tangan dan kakinya, lainnya ada yang sudah sembuh dan ada juga yang masih dirawat," kata Arif.

Pasien yang meninggal dan teramputasi, karena terlambat mendapatkan pertolongan.

Selain lokasi untuk evakuasi yang memerlukan waktu, minimnya persediaan Serum Anti Bisa Ular (SABU) juga menjadi penyebab meninggalnya warga Baduy karena gigitan ular.

"Stok SABU di Puskesmas dan rumah sakit di Lebak kosong, pasien biasanya kami langsung bawa ke RSUD Banten di Serang untuk mendapatkan perawatan," kata Arif.

Empat Orang Jalani Perawatan Sementara itu, Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Medi mengatakan, ada lima warga suku Baduy jalani perawatan karena digigit ular dalam sepekan terakhir.

Namun sayangnya, dari lima orang tersebut, hanya satu yang mendapatkan akses Obat SABU. Lima orang tersebut yakni Oong (37), Samidah (50), Yanah (34), Ramidi, dan Sawinah (56).

"Tiga pasien Samidah, Yanah, dan Ramidi belum sembuh karena tidak dapat obat dari RSUD dr Adjidarmo dan Puskesmas Muncang," kata Medi.

Sementara pasien Sarwinah, saat ini diobati seadanya di kediamannya di pemukiman suku Baduy. Medi menyebut, kondisi Sarwinah kini mengkhawatirkan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved