Jumat, 17 April 2026

Olok-olok Projo Pro Judi Online Trending di X, Rocky Gerung: Kecerdikan Netizen

Rocky Gerung ikut menanggapi olok-olok netizen di media sosial yang  ditujukan untuk untuk organisasi masyarakat pendukung Jokowi. Projo.

Editor: Joko Supriyanto
istimewa
suara ramai netizen di media sosial menjadi faktor penentu agar kasus judi online itu terus berlanjut tanpa diintervensi kepentingan politik.  

TRIBUNTANGERANG.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung ikut menanggapi olok-olok netizen di media sosial yang  ditujukan untuk untuk organisasi masyarakat pendukung Jokowi, Projo.

Menurut dia, apa yang disampaikan netizen di media sosial sebenarnya sebuah keresahan terkait kasus belasan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bina situs judi online.

Keresahan itu disampaikan di media sosial sebagai bentuk permintaan  pertanggungjawaban dari Budi Arie karena praktik judi online yang dilakukan oknum pegawai Komdigi itu terjadi pada masa Budi menjabat sebagai Menkominfo. 

"Olok-olok Projo misalnya Pro Judi Online. Kan itu datang dari kecerdasan sekaligus kecerdikan netizen untuk mendorong kasus ini supaya tidak dipetieskan (dibekukan)."

"Jadi, terlihat bahwa Indonesia sebetulnya punya harapan bagus tentang penegakan hukum kalau ada situasi yang memungkinkan suara itu diucapkan, tanpa dihalangi," ujar Rocky seperti dikutip dari youtube @RockyGerungOfficial_2024 yang tayang pada Selasa (5/11/2024). 

Baca juga: Respon Budi Arie Setiadi Saat Ditanya Terkait Belasan Pengawai Komdigi Bina Situs Judi Online

Bahkan, kata Rocky, suara ramai netizen di media sosial menjadi faktor penentu agar kasus judi online itu terus berlanjut tanpa diintervensi kepentingan politik. 

Suara netizen pun kerap berasal dari kejujuran demi menjaga agar kasus itu diproses hukum dengan cara yang beradab.

"Netizen menjadi perlambang pertama atau unsur pertama di dalam upaya untuk mendesak penuntasan dari kasus ini," katanya. 

Sementara, saat ditanya perihal belasan pegawai Komdigi, Budi Arie Setiadi lebih memilih menghindar untuk menanggapi kasus yang sedang ramai diperbincangkan.

Budi Arie Setiadi hanya menjawab tengah fokus dengan pekerjaan barunya sebagai Menteri Koperasi.

"Saya fokus koperasi dan urus rakyat,” kata Budi Arie seperti dikutip Kompas.com pada Selasa (5/11/2024).

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menangkap 15 orang tersangka kasus judi online yang 11 di antaranya merupakan pegawai Kementerian Komdigi.

Baca juga: Cuan hingga Rp 8,5 Juta Setiap Situs, Pegawai Komdigi Rela Bina 1000 Situs Judi Online

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, pegawai Kementerian Komdigi yang terlibat kasus judi online ini diduga melakukan penyalahgunaan wewenang.

"Mereka ini dikasih kewenangan sebenarnya untuk melakukan atau mengecek web-web judi online, kemudian mereka diberi kewenangan penuh untuk memblokir,” ujar Ade Ary saat dikonfirmasi, Jumat (1/11/2024).

"Namun, mereka melakukan penyalahgunaan juga. Kalau mereka (pelaku) sudah kenal sama mereka (pengelola situs judol), mereka tidak blokir dan mereka (pelaku) menyewa, mencari lokasi sendiri sebagai kantor satelit,"kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved