Selasa, 19 Mei 2026

Pijat Kretek di Leher Renggut Nyawa Penyanyi Muda Thailand Ping Chayada

Penyanyi berusia 20 tahunan meninggal setelah dipijat di Udon Thani pada 5 Oktober 2024.

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
Kolase Tribun Tangerang/istimewa/Bangkok Post
Penyanyi Chayada Prao-hom alias Ping Chayada dan ilustrasi pijet kretek. 

TRIBUN TANGERANG.COM, BANGKOK- Pijat kretek di bagian leher merenggut nyawa penyanyi muda Thailand, Chayada Prao-hom atau Ping Chayada.

Ping Chayada meninggal dunia usai menjalani tiga sesi pijat termasuk 'neck twist'. 

Penyanyi berusia 20 tahunan meninggal setelah dipijat di Udon Thani pada 5 Oktober 2024.

Dia mengikuti sesi pijat karena merasa nyeri di leher dan bahu. 

Namun bukannya mendapat kesembuhan, dua hari kemudian Chayada mengeluhkan rasa sakit di bagian belakang lehernya dan mengonsumsi obat pereda nyeri. 

Sebelum meninggal dia sempat menulis di akun Facebook-nya pada 6 November bahwa pijatan yang dilakukannya termasuk 'neck twist'. atau pijatan kretek di leher.

Seminggu kemudian Chayada mengeluhkan mati rasa di lengannya dan kembali ke tempat pijat yang sama. 

Kejatuhan Assad dan Konstelasi Politik Timur Tengah Artikel Kompas.id Dr. Somchaichote, kepala kantor kesehatan umum Udon Thani mengatakan, di sana Chayada menerima pijatan dari tukang pijat yang sama.

Dua minggu kemudian, Chayada mengeluhkan kekakuan dan tidak dapat berbaring tengkurap.

Ia kembali ke tempat yang sama dan dipijat oleh wanita lain. Kemudian, Chayada melaporkan merasakan kesemutan, panas, dan gatal di jari-jarinya serta mati rasa di kaki kanannya.

Pada tanggal 30 Oktober, ia akhirnya pergi ke Rumah Sakit Piboonrak untuk perawatan atas nyeri lehernya dan dirujuk ke Rumah Sakit Nonghan, di mana ia diberi obat pada tanggal 1 November.

Kemudian pada tanggal 4 November, ia kembali ke Rumah Sakit Piboonrak karena kondisinya terus memburuk.

Chayada lantas dirujuk ke Rumah Sakit Nonghan, lalu ke Rumah Sakit Udonthani dari tanggal 6 hingga 11 November.

Selama dirawat, ia menderita nyeri parah di kaki dan leher serta tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Dr. Somchaichote mengatakan, dari pemeriksaan menunjukkan bahwa Chayada tidak mengalami patah tulang leher, tetapi menderita mielitis transversal (gangguan neurologis akibat radang sumsum tulang belakang).

Saat itu dia menerima pengobatan, pulih, dan diperbolehkan pulang. Namun pada tanggal 18 November, Chayada kembali mengalami kekakuan, disertai kejang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved