Kamis, 7 Mei 2026

Kapolrestabes Semarang Dicopot setelah Sempat Bela Aipda Robig, Pengacara Keluarga Gamma Lega

Sebelumnya Aipda Robig Zaenudin menjadi tersangka penembakan setelah menewaskan seorang pelajar bernama Gamma Rizkinata (GR) siswa SMKN 4 Semarang.

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
KOMPAS.com
Kapolrestanes Semarang Kombes Irwan Anwar dicopot dari jabatannya. 

TRIBUN TANGERANG.COM, SEMARANG-  Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar dicopot dari jabatannya.

Mutasi ini diduga terkait kasus penembakan yang dilakukan anak buahnya, Aipda Robig Zaenudin.

Sebelumnya Aipda Robig Zaenudin menjadi tersangka penembakan setelah menewaskan seorang pelajar bernama Gamma Rizkinata (GR) siswa SMKN 4 Semarang.

Gamma Rizkinata tewas setelah ditembak Aipda Robig Zaenudin saat berkendara dengan dua orang temannya.

Aipda Robig Zaenudin ternyata kesal dipepet oleh sepeda motor yang ditumpangi oleh Gamma Rizkinata dan menembak ketiganya.

Gamma tewas sedangkan dua temannya luka-luka.

Namun ironisnya saat itu Kapolrestabes Semarang , Kombes Pol Irwan Anwar melakukan pembelaan terhadap Aipda Robig.

Dia menyebut, Aipda Robig membela diri karena hendak diserang Gamma Rizkinata dan temannya.

Dia menyebut Gamma Rizkinata dan temannya adalah anggota geng motor.

Kini keluarga Gamma Rizkinata mengaku lega setelah mendengar kabar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar dipindahtugaskan. 

Irwan dimutasi dari jabatannya setelah terlibat dalam kasus penembakan yang melibatkan Aipda Robig terhadap seorang pelajar bernama Gamma.

Proses rotasi jabatan ini dilakukan pada Minggu, 29 Desember 2024, dan mencakup 35 jabatan lainnya di kepolisian.

Kombes Pol Irwan Anwar akan diangkat sebagai Kalemkonprofpol Waketbidkernadiansmas STIK Lemdiklat Polri.

"Alhamdulillah kami merasa senang. Kami merasa plong," ujar Kuasa Hukum keluarga GR, Zaenal Abidin 'Petir' usai menyaksikan rekontruksi penembakan di Jalan Candi Penataran, Semarang, Senin (30/12/2024). 

Keluarga korban, kata Zaenal, tidak terima dengan perlakuan Kapolrestabes yang awalnya mencoba membungkam kasus penembakan itu.

"Karena menurut kami apa yang dilakukan oleh Kapolrestabes mulai setelah Gamma meninggal dunia, Irwan mendatangi keluarga bersama seorang oknum wartawan, supaya masalah ini tidak dibesar-besarkan, dan masalah ini supaya diikhlaskan," beber dia.

Baca juga: 2 Kapolres Dicopot Kapolri Diduga Buntut Anak Buahnya Tembak Pelajar dan Sopir hingga Tewas

Padahal bila kejadian itu dibiarkan, pelaku penembakan bernama Aipda Robig itu tidak mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang menewaskan Gamma.

"Kalau diikhlaskan itu kan pidananya kan berkurang mungkin tidak akan dipecat itu pelakunya. Itu yang menurut saya, perilaku dari Kapolrestabes Kombes Irwan itu yang tidak benar. Sehingga pantaslah kalau dia istilahnya apa dicopot atau digeser yang penting kami minta jangan sampai menjadi kapolrestabes lagi," tegas dia.

Lebih lanjut, dia mengapresiasi respon Kapolri yang menanggapi desakan masyarakat terkait mutasi Irwan.

"Saya terima kasih kepada Kapolri merespons keinginan masyarakat merespons apa yang sudah disampaikan oleh teman-teman wartawan," lanjut dia.

Sementara itu ayah Gamma, Andi Prabowo berharap kasus ini tetap dikawal bersama agar dapat diusut tuntas hingga Robig dan pihak yang terlibat mendapat ganjaran setimpal.

"Terima kasih ke media, pencopotan yang sudah diturunkan. Tapi kalau memang perku yang lain mungkin bisa dievaluasi lagi," tutur Andi.

Kemudian menanggapi rekontruksi, dia mengaku masih ada hal yang membuatnya jengkel karena Robig sempat mengeyel dan berdebat dengan saksi korban yang hadir.

Penembakan terhadap Gamma terjadi pada Minggu (24/11/2024). Sehari setelah kejadian, Kombes Irwan mengataka bahwa Robig melepaskan tembakan untuk melerai tawuran.

Baca juga: Anggota Brimob Dikabarkan Ikut Diperiksa dalam Kasus Penembakan Aipda Robig ke Pelajar di Semarang

Gamma, menurut Irwan, adalah salah satu pelaku tawuran.  

Namun beberapa hari setelahnya, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Aris Supriyono mengungkapkan, Robig melepaskan tembakan bukan untuk membubarkan taawuran.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan internal Propam Polda Jateng terhadap Aipda Robig atas tindakannya yang menewaskan Gamma.

“Penembakan yang dilakukan terduga pelanggar tidak terkait dengan pembubaran tawuran yang sebelumnya terjadi,” ujar Aris dalam rapat dengar pendapat umum bersama Komisi III DPR RI, Selasa (3/12/2024).

Menurut Aris, Robig merasa dipepet Gamma dan rekan-rekannya yang juga mengendarai sepeda motor.  Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved