Pendamping Korban Pelecehan Seksual di Ciledug Sebut Pelaku Bukan Ustaz: Cuma Suka Main Hadroh
Secara personal saya enggak terlalu kenal dalam, beberapa kali menemui dia suka main hadroh, saya belum pernah liat dia punya keahilan mengajar atau
Tayang:
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joseph Wesly
TribunTangerang/Nurmahadi
Pendamping korban pelecehan seksual ustaz di Ciledug saat ditemui di Ciledug, Rabu (1/1/2025).
Laporan Reporter TribunTangerang.com, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG- Pendamping para korban pelecehan ustaz di Ciledug berinisial W, yakni Dadang ungkap jika pelaku kurang layak disebut sebagai ustaz.
Pasalnya kata Dadang, dia tak pernah melihat W membaca Al Quran bahkan membaca kitab keislaman.
Yang Dadang ketahui, pelaku memang kerap ikut bermain hadroh dalam acara keagamaan, di lokasi tertentu.
"Secara personal saya enggak terlalu kenal dalam, beberapa kali menemui dia suka main hadroh, saya belum pernah liat dia punya keahilan mengajar atau membaca kitab, yang jelas dia bukan ustaz," kata Dadang saat ditemui, Rabu (1/12/2024).
Dadang mengatakan, kenal dekat dengan keluarga pelaku. Dia menyebut pelaku tinggal bersama keluarganya, yang berisi, kakak dan adik-adiknya, yang letaknya tak jauh dari lokasi terjadinya pelecehan seksual.
Dia juga menuturkan bahwa pelaku saat ini tidak memiliki istri, meski begitu Dadang tak mengetahui lebih lanjut apakah W sempat menikah atau tidak.
"Saya kenal dekat dengan keluarganya, di sini dia (pelaku) hidup dengan kakaknya, adik-adiknya. Saat ini dia enggak punya istri, cuma sudah menikah atau belum saya enggak tahu," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu korban pelecehan di Ciledug berinisial F (18) ungkap modus W (40) dalam mencabuli puluhan muridnya.
Baca juga: Ustaz Pelaku Pelecehan Seksual di Ciledug Beri Uang usai Lecehkan Muridnya, Nominalnya Rp 20-50 Ribu
F menjelaskan, aksi pelecehan seksual itu telah dilakukan W sejak puluhan tahun lalu, sekira tahun 2000-an.
Korbannya pun kurang lebih mencapai 30 orang yang masih merupakan anak di bawah umur.
F mengatakan, pelaku tak melemparkan ancaman, untuk melancarkan aksi pencabulannya.
Kendati begitu, pelaku biasanya langsung melakukan aksinya, dengan memegang kemaluan korban, dan melecehkannya.
"Tiba-tiba saja langsung melakukan pelecehan. Kaya saya lagi main game di hp, tiba-tiba dia di samping saya," kata F kepada wartawan, Rabu (1/1/2025).
F mengaku, agar korban tak membeberkan pencabulan tersebut, W kerap memberikan uang usai melancarkan aksinya.
Dia menuturkan, nominal yang diberikan pun beragam, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.
"Enggak ada (ancaman), cuma biasanya korban dikasih uang habis dilakukan pelecehan tersebut," paparnya.
Diketahui, pelaku pencabulan tersebut merupakan ustaz berinisial W (40), yang tinggal di kawasan Ciledug, Kota Tangerang.
Pelecehan seksual terhadap F, telah terjadi sejak korban masih kelas 6 sekolah dasar (SD), tepatnya 7 tahun lalu.
F pun mengatakan, belum memiliki keberanian untuk mengungkap kasus pelecehan yang dialaminya, pada saat itu.
Pasalnya kata F, keluarga pelaku mengaku tak percaya jika W telah melakukan pelecehan seksual.
Bahkan, keluarga pelaku malah memutarbalikkan fakta, dengan menuduh F yang telah melakukan pelecehan seksual tersebut.
Baca juga: Alasan Remaja Korban Pencabulan Ustaz di Ciledug Baru Mengaku meski Sudah Dicabuli Sejak SD
"Karena pihak keluarga pelaku enggak percaya, jadi dia memutar balikan fakta bahwa saya yang melakukan pelecehan tersebut," paparnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (1/1/2025).
Pelecehan itu kata F, dilakukan pelaku di sebuah majelis taklim tempat belajar mengaji, di Kawasan Ciledug, Kota Tangerang.
Usai mengalami pelecehan seksual, F mengaku trauma selama 1 tahun.
Dia merasakan ketakutan yang mendalam, baik untuk ke luar rumah maupun bertemu dengan pelaku.
"Saya mengalami trauma selama 1 tahunan, saya takut ketemu pelaku, saya juga takut ke luar rumah," ungkapnya.
Kendati demikian, saat ini dirinya mengaku trauma yang dialaminya itu telah hilang, hingga berani membongkar kasus pelecehan seksual yang dilakukan W.
"Alhamdulillah sekarang traumanya sudah hilang, saya pun berharap kepada korban-korban lainnya, untuk menguatkan mental, setelah kasus ini dilaporkan ke polisi," ungkapnya.
Di samping itu, F juga menceritakan soal, peristiwa pelecehan yang dialaminya.
Kejadian itu kata F, bermula ketika dirinya masih berusia 11 tahun atau kelas 6 SD.
Baca juga: Sempat Takut Beberkan Kasus Pencabulan di Ciledug, Korban: Keluarga Pelaku Tuduh Saya yang Melakukan
Pelecehan seksual itu dilakukan W ketika proses belajar mengaji selesai. F mengaku dirinya kemudian diajak ke toilet oleh pelaku.
“Saya dilecehin, dipegang-pegang kemaluannyanya sampai mengeluarkan cairan,” kata F.
Usai dilecehkan, F mengaku tak berani menceritakannya kepada siapapun, lantaran takut jika permasalahannya menjadi panjang.
Terlebih, F menganggap bahwa pelaku masih merupakan guru atau ustaznya.
“Pas itu masih kecil, masih usia 6 SD. Terus takut juga, sama dia juga ustaz juga,” ujarnya.
Kasus dugaan pelecehan seksual itu pun akhirnya terbongkar setelah F menceritakan apa yang telah dialaminya kepada orangtua, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Dia pun telah melaporkan dugaan kasus pelecehan seksual ini ke Polres Metro Tangerang Kota.
“Udah makin banyak korbannya, makannya buat laporan polisi. senin kemarin (23 Desember),” papar F. (m41)
Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
Baca Juga
| Cabuli Bocah Laki-laki di Toilet, Karyawan Toko Retail di Jatiuwung Terancam 15 Tahun Penjara |
|
|---|
| Breaking News: Polisi Sebut Guru Ngaji Pelaku Pencabulan Santri di Ciledug Sudah Ditangkap |
|
|---|
| Polisi Buru Guru Ngaji yang Cabuli Muridnya di Ciledug, Minta Pelaku Kooperatif |
|
|---|
| Abdul Syukur Heran Pelaku Pencabulan di Ciledug Belum Ditangkap: Jangan Sampai Hukum Rimba Bermain |
|
|---|
| Geram Polisi Lambat Tangkap Pelaku, Keluarga Korban Pencabulan di Ciledug Geruduk Rumah Ketua RW |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Pendamping-korban-pelecehan-seksual-ustaz-di-Ciledug.jpg)