Senin, 13 April 2026

Sandy Permana Cekcok dengan Terduga Pelaku Penusukan saat Rapat Bulanan RT hingga Rencana Somasi

Pelaku adalah tetangga Sandy yang diduga kesal karena rencana somasi yang dilakukan Sandy terhadap pelaku.

Editor: Joseph Wesly
(Tangkapan Layar Instagram @sandhypermana30)
Sandy Permana semasa hidup. 

TRIBUN TANGERANG.COM, BEKASI- Kasus penusukan yang menewaskan aktor serial Mak Lampir, Sandy Permana semakin terang.

Terduga pelaku penusukan terhadap Sandy Permana ternyata warga setempat.

Pelaku adalah tetangga Sandy yang diduga kesal karena rencana somasi yang dilakukan Sandy terhadap pelaku.

Sebelum penusukan terjadi, korban dan terduga pelaku penusukan ternyata sempat cekcok saat rapat RT yang digelar empat bulan sekali.

Sandy Permana, aktor yang dikenal lewat serial Mak Lampir, meninggal dunia pada pada Minggu (12/1/2025) pagi. 

Sandy tewas dengan luka tusukan di leher hingga di badannya.

Sandy ditemukan bersimbah darah karena luka tusuk di dekat rumahnya daerah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Ketua RT 05, Sudarmadji, mengungkapkan bahwa penusukan tersebut diduga berawal dari cekcok antara Sandy dan terduga pelaku pada Oktober 2024. 

“Ya emang tadi disampaikan di dalam rapat yang 4 bulanan itu. Jadi, untuk somasi lebih kepada pribadi. Jadi, setelah terjadi percekcokan atau kesalahpahaman masalah yang sudah disampaikan,” ujar Sudarmadji di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin (13/1/2025).

Cekcok terduga pelaku dan korban Sudarmadji kemudian menjelaskan awal mula terjadinya cekcok antara terduga pelaku dan Sandy.

Baca juga: Istri Sandy Permana Minta Pelaku Penusukannya Dihukum Berat, Nyawa Dibayar Nyawa

Adapun, kata Sudarmadji, rapat warga yang digelar empat bulan sekali tersebut biasanya bertujuan untuk silaturahmi dan membahas isu-isu lingkungan. 

Dalam rapat tersebut, Sandy mengusulkan gerakan mosi tidak percaya terhadap pengurus RT, termasuk terhadap Sudarmadji sebagai ketua RT, dengan alasan kurangnya kompetensi dalam memimpin.

Usulan tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warga, namun pada akhir pertemuan, mayoritas warga memutuskan untuk mempertahankan Sudarmadji sebagai ketua RT.

“Nah, ini untuk perdebatan yang dikatakan sebagai pemicu dari penusukan ini ya, itu hanya di luar konteks. Karena ada menurut saya ketidaksenangan atau ketidaksetujuan pelaku terhadap korban yang menyatakan pendapatnya secara, bisa dibilang secara arogan lah. Karena dia sambil berdiri, menuju ke arah saya, menyatakan saya sudah tidak pantas, saya sudah tidak layak,” ucap Sudarmadji.

Baca juga: Polisi Sebut Pemain Sinetron Sandy Permana Sempat Baku Hantam dengan Pelaku Sebelum Tewas

Menurut Sudarmadji, kata-kata Sandy saat memberikan aspirasinya dianggap terduga pelaku sangat arogan sehingga terjadi cekcok. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved