Sabtu, 13 Juni 2026

Sandy Permana Cekcok dengan Terduga Pelaku Penusukan saat Rapat Bulanan RT hingga Rencana Somasi

Pelaku adalah tetangga Sandy yang diduga kesal karena rencana somasi yang dilakukan Sandy terhadap pelaku.

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
(Tangkapan Layar Instagram @sandhypermana30)
Sandy Permana semasa hidup. 

TRIBUN TANGERANG.COM, BEKASI- Kasus penusukan yang menewaskan aktor serial Mak Lampir, Sandy Permana semakin terang.

Terduga pelaku penusukan terhadap Sandy Permana ternyata warga setempat.

Pelaku adalah tetangga Sandy yang diduga kesal karena rencana somasi yang dilakukan Sandy terhadap pelaku.

Sebelum penusukan terjadi, korban dan terduga pelaku penusukan ternyata sempat cekcok saat rapat RT yang digelar empat bulan sekali.

Sandy Permana, aktor yang dikenal lewat serial Mak Lampir, meninggal dunia pada pada Minggu (12/1/2025) pagi. 

Sandy tewas dengan luka tusukan di leher hingga di badannya.

Sandy ditemukan bersimbah darah karena luka tusuk di dekat rumahnya daerah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Ketua RT 05, Sudarmadji, mengungkapkan bahwa penusukan tersebut diduga berawal dari cekcok antara Sandy dan terduga pelaku pada Oktober 2024. 

“Ya emang tadi disampaikan di dalam rapat yang 4 bulanan itu. Jadi, untuk somasi lebih kepada pribadi. Jadi, setelah terjadi percekcokan atau kesalahpahaman masalah yang sudah disampaikan,” ujar Sudarmadji di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin (13/1/2025).

Cekcok terduga pelaku dan korban Sudarmadji kemudian menjelaskan awal mula terjadinya cekcok antara terduga pelaku dan Sandy.

Baca juga: Istri Sandy Permana Minta Pelaku Penusukannya Dihukum Berat, Nyawa Dibayar Nyawa

Adapun, kata Sudarmadji, rapat warga yang digelar empat bulan sekali tersebut biasanya bertujuan untuk silaturahmi dan membahas isu-isu lingkungan. 

Dalam rapat tersebut, Sandy mengusulkan gerakan mosi tidak percaya terhadap pengurus RT, termasuk terhadap Sudarmadji sebagai ketua RT, dengan alasan kurangnya kompetensi dalam memimpin.

Usulan tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warga, namun pada akhir pertemuan, mayoritas warga memutuskan untuk mempertahankan Sudarmadji sebagai ketua RT.

“Nah, ini untuk perdebatan yang dikatakan sebagai pemicu dari penusukan ini ya, itu hanya di luar konteks. Karena ada menurut saya ketidaksenangan atau ketidaksetujuan pelaku terhadap korban yang menyatakan pendapatnya secara, bisa dibilang secara arogan lah. Karena dia sambil berdiri, menuju ke arah saya, menyatakan saya sudah tidak pantas, saya sudah tidak layak,” ucap Sudarmadji.

Baca juga: Polisi Sebut Pemain Sinetron Sandy Permana Sempat Baku Hantam dengan Pelaku Sebelum Tewas

Menurut Sudarmadji, kata-kata Sandy saat memberikan aspirasinya dianggap terduga pelaku sangat arogan sehingga terjadi cekcok. 

 “Jadi ada spontanitas dari terduga, menyentuh dengan kata-kata, ‘biasa aja dong.’ Tapi terdengar oleh korban, korban membalas, ‘Situ yang biasa aja, situ siapa? Situ bukan warga sini,’” ujar Sudarmadji.

Perdebatan itu sempat memanas, namun berhasil dilerai dan dihentikan.

Rencana somasi

Meski demikian, ketegangan di antara keduanya tidak berakhir di situ, ketegangan berlanjut setelah Sandy mengirimkan pesan kepada Sudarmadji dan istri terduga pelaku.

Dalam pesan itu, Sandy menyatakan rencananya untuk mengirimkan somasi kepada terduga pelaku dengan alasan merasa terancam.

“Jadi, setelah terjadi percocokan atau kesalahpahaman masalah yang sudah disampaikan. Si korban menyampaikan membuat satu chat WA kepada saya dan juga ke istri dari tersangka. Yang isinya berencana memberikan somasi kepada tersangka dengan alasan dia merasa terancam karena tindakan dia di forum kemarin,” ujar Sudarmadji.

Baca juga: Berawal dari Model, Ini Profil Sandy Permana, Aktor Mak Lampir yang Tewas Ditikam di Bekasi

Namun, tak lama setelah itu, terduga pelaku mengetahui niat Sandy untuk mensomasi dirinya. 

“Tapi akhirnya tersangka tahu dari orang lain yang mendengar adanya somasi ini. Tapi di akhir chat WA dengan istrinya itu, korban mengatakan di chat WA-nya, kalau memang mau ditanggapi (somasi itu), silakan, tidak pun tidak apa-apa,” ucap Sudarmadji.

Meski demikian, Sandy menyatakan dalam pesan bahwa jika somasi itu ingin ditanggapi, itu adalah hak terduga pelaku, dan jika tidak, tidak masalah.

Penusukan Minggu pagi

Pada Minggu pagi, 12 Januari 2025, ketegangan antara Sandy dan pelaku memuncak.

Sudarmadji menduga adanya perdebatan antara keduanya yang berujung pada penusukan. “

Ya clash sedikit atau apa, perdebatan yang walaupun ringan tidak pernah terjadi. Sampai akhirnya terjadi penusukan,” tutur Sudarmadji.

Sandy Permana ditemukan tetangganya sudah terluka bersimbah darah pada Minggu, pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Tewas Ditikam usai Beri Pakan Ternak, Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Artis Sandy Permana

Dari lokasi penusukan, Sandy berjalan meminta tolong warga lain.  

Sampai akhirnya ada tetangga yang melihat Sandy sudah bersimbah darah dan tak berdaya.  

Sandy kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Cileungsi, tetapi nyawanya tak tertolong.

Adapun jenazah Sandy Permana sudah dimakamkan di pemakaman Perumahan Cibarusah Jaya pada Minggu (12/1/2025) malam pukul 23.00 WIB.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved