Jumat, 12 Juni 2026

Diklaim Lebih Efesien, Proyek Sampah Jadi Listrik di Tangsel Tak Bebani Daerah

Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang Selatan dipastikan tidak akan membebani APBD.

Tayang:
TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico
SAMPAH JADI LISTRIK - PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), melalui anak usahanya PT Indoplas Energi Hijau, resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang Selatan (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico).   

Laporan Wartawan TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang Selatan dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Proyek strategis nasional atau PSN  ini bernilai investasi sebesar Rp2,6 triliun dan sepenuhnya akan dibiayai oleh konsorsium swasta.

Adapun, PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), melalui anak usahanya PT Indoplas Energi Hijau (IEH), ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek PSEL Tangsel.

IEH akan menggandeng mitra teknologi internasional, China Tianying Inc, dalam pembangunan dan operasionalisasi fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Direktur Utama PT Indoplas Energi Hijau, Bobby Gafur Umar, menegaskan bahwa pembiayaan proyek dilakukan sepenuhnya melalui skema investasi konsorsium. 

"Proyek ini tidak akan menggunakan dana APBD seperti yang terjadi di proyek serupa di Jakarta. Ini murni pembiayaan dari investor swasta,” kata Bobby.

Baca juga: Sampah Bakal Disulap Jadi Listrik di Tangsel, Benyamin Davnie: Hari Ini Bersejarah

Bobby menjelaskan, kepemilikan saham dalam konsorsium didominasi oleh pihak nasional sebesar 76 persen. 

Sementara investor asing hanya terlibat dalam penyediaan teknologi, pendanaan internasional, dan transfer keahlian teknis. 

“Dominasi nasional dalam struktur kepemilikan ini penting agar kendali tetap berada di dalam negeri, sekaligus menjadi ajang alih teknologi,” ujar Bobby.

Sebagai pembanding, proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) di Jakarta sebelumnya dibiayai sepenuhnya dari APBD DKI. 

Model pembiayaan tersebut sempat menjadi sorotan karena membebani fiskal daerah. Sementara itu, pendekatan Tangsel yang melibatkan swasta dinilai lebih efisien dan waberorientasi jangka panjang.

Dengan kapasitas pengolahan 1.100 ton sampah per hari dan produksi listrik sebesar 23 megawatt, proyek ini ditargetkan menjadi percontohan nasional dalam pemanfaatan energi terbarukan berbasis limbah.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan bahwa proyek ini menjadi momen penting dan bersejarah bagi Kota Tangerang Selatan. 

Pemerintah kota bersama mitra swasta resmi memulai tahapan baru dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi, sebagai bentuk nyata komitmen dalam menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved