Frengky Monim Pimpin Aliran Sesat di Jayapura, Ibadah Telanjang Digelar di Alang-Alang

Pria ini mengklaim sebagai Tuhan dan mengajak pengikutnya untuk menjalankan ibadah dengan cara yang tidak lazim dan meresahkan warga

Editor: Joseph Wesly
(TRIBUNPAPUA.COM/IST)
MENGAKU TUHAN - Frengky Monim Viral pria gondrong bertelanjang dada ngaku Tuhan, punya cara ibadah sendiri di alang-alang, kini kabur ke Sorong. Aliran sesat di Jayapura mewajibkan ibadah telanjang bulat. (TRIBUNPAPUA.COM/IST) 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAYAPURA-  Masyarakat Genyem, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, digegerkan oleh kemunculan sebuah aliran sesat yang dipimpin oleh pria bernama Frengky Monim.

Pria ini mengklaim sebagai Tuhan dan mengajak pengikutnya untuk menjalankan ibadah dengan cara yang tidak lazim dan meresahkan warga.

Salah satu praktik yang paling menyita perhatian adalah kewajiban ibadah dalam keadaan telanjang bulat, dilakukan di tempat terbuka seperti alang-alang dan dalam suasana gelap gulita.

Ritual ini pertama kali diketahui publik setelah video aktivitas Frengky tersebar luas di media sosial Facebook, menampilkan sosok pria hanya mengenakan celana pendek yang mengaku sebagai Tuhan.

Praktik Ibadah Aneh Frengky Monim

Berdasarkan video dan kesaksian warga, berikut adalah beberapa syarat aneh dalam ritual ibadah aliran ini:

Dilakukan pukul 5 subuh tanpa pencahayaan, dalam kondisi gelap gulita.

Seluruh peserta wajib telanjang bulat saat ibadah berlangsung.

Lokasi ibadah di alam terbuka, umumnya di alang-alang, atau pondok yang mereka bangun.

Jika ibadah dilakukan di rumah, pintu depan ditutup rapat, sementara pintu belakang dibiarkan terbuka.

Bila ada perempuan yang hamil, Frengky mengklaim bahwa anak yang dikandung adalah “anak roh kudus.”

Lokasi Markas & Tindakan Warga

Aliran ini bermarkas di sebuah pondok yang dibangun di belakang SMA Negeri 1 Nimboran, dan sudah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Menurut Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasate, kelompok ini akhirnya mendapat penolakan keras dari warga.

Pada 6 April 2025, pemuda dari Kampung Kobaim bertindak cepat dengan mengusir Frengky Monim dan kelompoknya dari wilayah tersebut setelah mendengar kabar mengenai praktik ibadah menyimpang ini.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved