Iduladha 2025
Jelang Iduladha 2025, 27 Hewan Kurban di Serang Teridentifikasi PMK
Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, sebanyak 27 hewan kurban di Kabupaten Serang teridentifikasi mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK).
TRIBUNTANGERANG.COM - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, sebanyak 27 hewan kurban di Kabupaten Serang teridentifikasi mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK).
Temuan ini berdasarkan hasil pengawasan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang sejak 26 Mei 2025.
Puluhan hewan yang terindikasi PMK terdiri dari 17 ekor sapi dan 10 ekor domba, sebagian besar berasal dari luar daerah, termasuk Provinsi Lampung.
"Mulai pengawasan itu hari Senin 26 Mei 2025 kemarin ya, dan kita masih terus melakukan pengawasan sampai dengan hari pemotongan," kata Sekretaris DKPP Kabupaten Serang, Yuli Saputra dikutip TribunBanten.com pada Kamis (29/5/2025).
Baca juga: Jelang Iduladha, 100 Dokter Hewan Sisir Lapak Kurban di Kabupaten Tangerang: Waspadai Tanda PMK
Yuli menuturkan, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten, untuk melakukan uji laboratorium terhahap hewan yang teridentifikasi PMK tersebut.
"Tujuannya untuk memastikan apakah benar-benar PMK atau hanya luka karena distribusi," tuturnya.
"Karena yang terdeteksi ini kuku nya luka bahkan ada yang satu ekor itu copot," imbuhnya.
Lebih lanjut, Yuli mengaku, pihaknya juga telah mengarahkan kepada lapak yang terdapat hewan yang teridentifikasi PMK itu, agar dilakukan pemisahan demi mencegah penyebaran ke hewan lainnya.
"Sementara kita sudah instruksikan ke pemilik lapaknya untuk di karantina, supaya tidak menular ke peternak lokal kita yang ada di Kabupaten Serang," katanya.
Selain itu, kata Yuli, pihaknya juga telah memberikan obat ke lapak-lapak yang teridentifikasi PMK, sebagai tindakan awal pencegahan penularan.
Dirinya menyebut, mayoritas hewan kurban tersebut berasal dari luar daerah, salah satunya berasal dari Provinsi Lampung.
Baca juga: Waspada, DPKP Kabupaten Tangerang Temukan Dua Hewan Kurban yang Terindikasi Kena PMK
Ia pun mewanti-wanti agar hewan yang masuk ke wilayah Banten khususnya Kabupaten Serang bisa dicek terlebih dahulu di pintu masuk pelabuhan.
"Harusnya di cek point itu, contohnya kayak domba dia masuk ke Banten kan pasti lewat Merak. Di Merak itu kita ada balai karantina harusnya disitu dia kena cek point itu dan teridentifikasi," katanya.
"Tapi saya gatau kalau dia masuknya lewat jalur yang lain ya karena kita cek poinnya itu kan di perbatasan-perbatasan wilayah, nanti kita akan lihat kembali cek point nya," ujarnya.
(TribunBanten.com/Ade Feri)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Menangis Namanya Tertulis di Paru Sapi, Berikut Sosok Muhammad Musofa Menurut Pengurus Masjid |
|
|---|
| Respons DKM Masjid Al-Ikhlas Soal Tulisan di Paru Sapi di Tangsel: Mukjizat yang Allah Berikan |
|
|---|
| Banyak Diragukan, Pengurus Masjid Buktikan Bahwa Tulisan di Paru Sapi di Tangsel Bukan Tinta Spidol |
|
|---|
| Sudah Digosok-gosok, Tulisan 'Muhammad Musofa' di Paru Sapi di Tangsel Tetap Tak Hilang |
|
|---|
| Duduk Perkara Panitia Kurban Kelurahan Cikiwul Bekasi Minta Rp 15 Ribu untuk Kupon Hewan Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Hewan-kurban3.jpg)