Jokowi Tolak Jadi Ketum PPP, Kader Partai Ka'bah Ungkap Alasannya

Jokowi disebut tidak tertarik dan berminat menjadi ketum Partai berlambang Ka'bah tersebut

Editor: Joseph Wesly
(KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)
TOLAK JADI KETUM PPP- Presiden ketujuh RI, Joko Widodo. Jokowi menolak menjadi ketum PPP. (KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati) 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Bursa calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai muncul ke permukaan.

Muncul nama Andi Amran Sulaiman, Haji Isam hingga terbaru ada nama Dudung Abdurachman.

Selain itu ada juga nama Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Namun ternyata Jokowi disebut menolak menjadi Ketua PPP.

Jokowi disebut tidak tertarik dan berminat menjadi ketum Partai berlambang Ka'bah tersebut.

Hal itu disebut oleh kader PPP, Romahurmuziy.

Elite PPP itu menegaskan, dirinya sudah bertemu dengan Jokowi pada Desember 2024 lalu mengenai kemungkinan menjadi ketua umum partai.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy mengatakan, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tak berkenan menjadi ketua umum partainya.

Romahurmuziy menegaskan, dirinya sudah bertemu dengan Jokowi pada Desember 2024 lalu mengenai kemungkinan menjadi ketua umum partai.

"Desember lalu saya sudah bincang dengan Jokowi," kata Romahurmuziy saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (29/5/2025).

Dalam pertemuan tersebut, menurut Romahurmuziy, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam kepemimpinan partai politik manapun.

"Beliau tidak berminat dan tidak ingin memimpin partai manapun," ungkapnya.

Nama Jokowi masuk dalam bursa calon ketua umum PPP sebelumnya disampaikan Ketua Mahkamah PPP, Ade Irfan Pulungan.
 
Menurut Irfan, wacana tersebut berkembang secara alami di kalangan internal partai, mengingat kedekatan PPP dengan Jokowi selama dua periode masa kepemimpinannya.

"Muncul beberapa nama yang sudah beredar, dan juga muncul karena teman-teman PPP itu 10 tahun Pemerintahan Pak Jokowi, banyak lakukan komunikasi, berdialog, diskusi, ya muncul lah nama beliau (Jokowi)," kata Irfan kepada wartawan, Rabu (28/5/2025).

Irfan menjelaskan bahwa kedekatan PPP dengan Jokowi sudah terjalin sejak awal pemerintahan. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved