Minggu, 17 Mei 2026

Haji 2025

Imigrasi Cegah Keberangkatan 1.080 Calon Jemaah Haji Ilegal, Bandara Soetta Terbanyak

Petugas Imigrasi di seluruh Indonesia mencegah ribuan keberangkatan jemaah calon haji (JCH) ilegal selama periode 13 April hingga 1 Juni 2025.

Tayang:
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
tribuntangerang.com/Gilbert
Ratusan calon jemaah haji gelombang perdana berangkat menuju Tanah Suci melalui Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang, Minggu (12/5). 

Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Petugas Imigrasi di seluruh Indonesia mencegah ribuan keberangkatan jemaah calon haji (JCH) ilegal selama periode 13 April hingga 1 Juni 2025.

Pencegahan dilakukan lantaran WNI tersebut terindikasi sebagai calon jemaah haji ilegal atau non prosedural.

Dari total jumlah tersebut, Bandara Soekarno-Hatta jadi yang terbanyak menunda keberangkatan jemaah haji non prosedural hingga 719 orang.

Disusul Bandara Internasional Juanda Surabaya sebanyak 187 orang dan Bandara Ngurah Rai, Denpasar, sejumlah 52 orang.

“Alasan utama penundaan keberangkatan adalah karena para WNI tersebut tidak memiliki visa haji atau dokumen lainnya yang dipersyaratkan untuk ibadah haji," ucap Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Suhendra, Senin (2/6/2025).

Suhendra mengatakan penundaan ini bukan berarti para WNI tersebut sama sekali tidak bisa bepergian ke Arab Saudi, karena mereka sudah memiliki visa Arab Saudi. Yang artinya mereka dapat melintas masuk ke negara tersebut.

"Hanya saja, saat musim haji perlu menekan potensi penyalahgunaan visa dalam rangka melakukan ibadah haji. Setelah musim haji selesai, para WNI tersebut tetap bisa berangkat ke Arab Saudi, sesuai dengan peruntukan visa mereka,” ucapnya.

Suhendra menjelaskan saat pemeriksaan awal, empat orang mengaku akan berlibur ke Kuala Lumpur dan berencana kembali pada 27 Mei 2025. Sementara dua lainnya menunjukkan visa kerja Arab Saudi.

Petugas kemudian melakukan pendalaman dan wawancara lebih lanjut dan mendapati informasi bahwa Kuala Lumpur hanyalah destinasi transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.

Dia mengatakan salah satu jemaah mengaku harus merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk berangkat.

“Sangat disayangkan niat baik masyarakat mau beribadah malah dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dengan membuat mereka berangkat melalui jalur non prosedural,” kata Suhendra. (m41) 

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved