Senin, 13 April 2026

Mahasiswa Kedokteran Dirampok di Lapangan Banteng, Perut Ditempel Pisau, iPad hingga Ponsel Raib

Akibat perampokan itu, RA tidak hanya kehilangan materi tapi juga mengalami trauma. Pasalnya selama dirinya dirampok, satu dari dua orang perampok

Editor: Joseph Wesly
Tribun Tangerang/Indri Fahra Febrina
PERAMPOKAN DI LAPANGAN BANTENG- Ruang publik terbuka di pusat kota Jakarta, Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Mahasiswa kodekteran dirampok saat melintas di lapangan Banteng, Jumat (13/6/2025) malam.  

TRIBUN TANGERANG.COM, SAWAH BESAR- Seorang mahasiswa kedokteran gigi berinisial RA (23) dirampok di sekitar Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Jumat (13/6/2025) malam. 

Akibat perampokan itu, RA kehilangan iPad, ponsel hingga uang Rp 50 ribu.

Akibat perampokan itu, RA tidak hanya kehilangan materi tapi juga mengalami trauma.

Pasalnya selama dirinya dirampok, satu dari dua orang perampok menempelkan pisau di perut RA.

Di bawah ancaman tersebut, dia dipaksa menyerahkan harta bendanya.

Perista perampokan yang dialami RA dinformasikana oleh kakanya korban, Nameera T Iskandar.

Nameera mengatakan pelaku begal terhadap adiknya itu berjumlah dua orang. 

RA sempat mendapatkan ancaman oleh salah satu pelaku yang menodongkan pisau di perutnya ketika meminta ponselnya direset untuk diambil. 

Hal itu terungkap dari penjelasan Nameera saat dikonfirmasi TribunJakarta.com pada Sabtu (14/6/2025). 

Nameera mengatakan awalnya saat terjadi pembegalan, isi ransel RA digeledah oleh dua pelaku. 

Satu pelaku memakai masker sementara satu lagi berbadan tinggi dan memiliki bekas luka di wajah. 

"Saat ranselnya dikasih, adik saya bilang 'jangan iPad ya mas, ini ada file-file ujian-ujian saya'. Pas dia bilang gitu adik saya langsung ditodong pisau di perutnya," kata Nameera kepada TribunJakarta.com pada Sabtu (14/6/2025). 

Kedua pelaku selanjutnya meminta RA untuk mentransfer uang sebesar Rp 1,5 juta. 

Namun, RA tidak memiliki uang di M-Banking-nya dan menyerahkan uang Rp 500 ribu tunai kepada kedua pelaku. 

Setelah itu, mereka meminta agar iPhone milik RA untuk direset. Diduga agar iPhone tersebut tak bisa dilacak. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved