Rabu, 3 Juni 2026

17,2 Ton Limpa Sapi dari Australia Dimusnahkan Badan Karantina Indonesia, Ini Alasannya

Jadi yang pertama tidak sesuai dengan dokumen. Tadi di dokumen itu harusnya barang lidah dan tenggorokan, tapi ternyata di situ ada limpanya

Tayang:
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joseph Wesly
TribunTangerang/Nurmahadi
LIMPA SAPI IMPOR- Sebanyak 17,2 ton limpa yang tercampur dalam paket pengiriman jeroan sapi dimusnahkan Badan Karantina Indonesia (Barantin), di Kawasan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (18/5/2025). Belasan ton limpa yang tercampur dalam jeroan sapi itu diimpor perusahaan di Kabupaten Tangerang, dari perusahaan pengolahan daging sapi di Australia. (Tribuntangerang.com/Nurmahadi) 
Laporan Repoter Tribuntangerang.com, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, CURUG - Sebanyak 17,2 ton limpa yang tercampur dalam paket pengiriman jeroan sapi dimusnahkan Badan Karantina Indonesia (Barantin), di Kawasan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (18/5/2025). 
Belasan ton limpa yang tercampur dalam jeroan sapi itu diimpor perusahaan di Kabupaten Tangerang,dari perusahaan pengolahan daging sapi di Australia. 
Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean menyebut adanya limpa yang tercampur jeroan sapi itu bermula ketika pihaknya menemukan ketidaksesuaian dalam dokumen impor. 
Yang mana, dalam dokumen pengiriman itu tidak tertera adanya limpa, melainkan hanya bagian jeroan sapi. 
"Jadi yang pertama tidak sesuai dengan dokumen. Tadi di dokumen itu harusnya barang lidah dan tenggorokan, tapi ternyata di situ ada limpanya," kata Sahat. 
Sahat menjelaskan limpa sapi impor itu dimusnahkan untuk mencegah adanya penularan penyakit hewan di Indonesia. 
Seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) hingga antraks. 
"Organ limpa berkumpul semua penyakit-penyakit, tergantung jenis jeroannya. Kalau di sini isu penyakit PMK, penyakit LSD, antraks juga. Kalau di babi ada ASF," ungkapnya. 
Pemusnahan belasan ton organ limpa sapi itu pun dilakukan dengan cara dibakar dalam insinerator. 
Lebih lanjut Sahat mengatakan Barantin akan melakukan penyelidikan terkait dugaan unsur kesengajaan, yang dilakukan perusahaan terkait kasus limpa yang tercampur jeroan dalam paket impor tersebut. 
"Nanti kami akan pastikan seperti apa sih yang terjadi di Australia itu ya.Apakah ini memang ada ketidaktahuan juga di sana, dianggapnya sama semua yang dimaksud ini, atau memang bagaimana, nanti kami lihat," ungkap Sahat. 
"Jadi ini masih perlu kami lakukan investigasi, supaya ke depannya itu bisa berbisnis dengan nyaman. Kami tidak ingin juga barang-barang yang sebenarnya bisa masuk ke Indonesia itu terganggu juga oleh barang-barang yang ilegal ini," tambahnya. (m41) 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved