Sabtu, 25 April 2026

Densus 88 Telusuri Ancaman Bom ke Pesawat Saudia Airlines yang Bawa Jemaah Haji Indonesia

Densus 88 Antiteror Polri mendalami ancaman bom yang sempat ditujukan kepada pesawat Saudia Airlines yang membawa jemaah haji Indonesia.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Joko Supriyanto
TribunnewsDepok.com/M Rifqi bnumasy
KEPULANGAN JEMAAH HAJI - Jamaah haji kloter 12 menyerahkan koper barang ke Kantor Kemenag Kota Depok sebelum keberangkatan, Senin (5/5/2024). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi bnumasy)  

TRIBUNTANGERANG.COM - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mendalami ancaman bom yang sempat ditujukan kepada pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5276, yang membawa jemaah haji ke Indonesia.

Informasi ini disampaikan Kepala PPID Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana. 

Ia menyebutkan, Densus 88 terlibat dalam penanganan kasus ini melalui koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan potensi ancaman tak berkembang menjadi insiden yang membahayakan.

"Melakukan pengembangan juga, melakukan pengembangan koordinasi dengan wilayah Polda, stakeholder lain untuk memastikan ancaman itu tidak berkembang menjadi sesuatu yang lebih," tuturnya, Rabu (18/6/2025).

Mayndra menjelaskan, ancaman berasal dari luar negeri dan disampaikan dalam bahasa asing.

Sehingga pihaknya terus melakukan pendalaman dan koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ancaman dikirim melalui surat elektronik (e-mail) dari Mumbai, India, dalam bahasa Inggris. 

Adapun isi pesan menyebutkan bahwa pesawat akan diledakkan saat mendarat di Jakarta.

"Iya, e-mail itu kami terima. Kami sedang menelusuri apakah ancamannya berasal dari dalam atau luar negeri. Kami juga berkoordinasi dengan otoritas keamanan Arab Saudi," ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun lokasi ancaman berada di Indonesia, objek yang menjadi target merupakan aset milik Arab Saudi, yakni maskapai Saudia Airlines.

“Objek yang diancam adalah aset milik Arab Saudi yang berada di Indonesia. Saudia Airlines kan maskapai milik pemerintah Saudi. Jadi memang benar, maskapai itu menjadi sasaran ancaman,” jelasnya.

Meski demikian, Mayndra belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait isi ancaman karena proses koordinasi dan investigasi masih berlangsung, baik di dalam negeri maupun lintas negara.

“Hingga kini belum ditemukan bom. Kami masih terus berkoordinasi dengan otoritas antarnegara,” pungkasnya.

Kronologis Teror Bom

Kronologis ancaman teror bom pada pesawat Saudia Airlines terjadi Selasa (17/6/2025).

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved