Penampakan Kerumunan Siswa Akibat Penutupan Akses SMAN 6 Tangsel Ditutup Warga 

Penutupan akses utama menuju SMAN 6 dan SMPN 17 Tangerang Selatan mengakibatkan kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Pamulang Permai 1.

TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico
PENUTUPAN AKSES SEKOLAH - Penampakan akses utama SMAN 6 Tangsel hari  (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

Laporan Wartawan TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, PAMULANG - Penutupan akses utama menuju SMAN 6 dan SMPN 17 Tangerang Selatan mengakibatkan kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Pamulang Permai 1, Senin (14/7/2025).

Dari pantauan TribunTangerang, murid SMAN 6 Tangsel telah memulai hari pertama kegiatan belajar mengajar. 

Saat jam pulang, para siswa tampak berbaris keluar melalui gerbang sekolah yang hanya dibuka selebar 30 centimeter (Cm). 

Kondisi ini menyebabkan kerumunan di depan sekolah, dan para siswa memenuhi badan jalan, sehingga menimbulkan kemacetan di Jalan Raya Pamulang Permai 1.

Sebagaimana diketahui, akses menuju Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Tangsel di kawasan Pamulang, ditutup oleh warga RW 10, Kamis (3/7/2025). 

Aksi penutupan karena memprotes permasalahan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili.

Padahal jarak tempat tinggal mereka berdekatan dengan dua sekolah itu dan masih dalam satu lingkungan yang sama. 

Baca juga: Bikin Macet dan Kegiatan Anak Terhambat, Orang Tua Mengeluh Akses ke SMAN 6 Tangsel Ditutup

Pada proses penutupan akses tersebut, warga yang tergabung dalam RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 itu memasang tiga spanduk yang bertuliskan permohonan maaf mereka karena harus menutup akses tersebut. 

Setelah menutup akses jalan. Sekolah, mereka berencana akan bersurat ke Gubernur Banten, Andra Soni untuk mempertanyakan terkait sistem domisili pada SPMB 2025.

"Aksesnya akan kita tutup sampai kita mendapatkan jawaban dari pihak dinas terkait. Besok kita akan membuat surat yang ditujukan kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten," tutup Rangga perwakilan warga RW 10, Pamulang, Tangsel. (m30)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved