SPMB 2025
Bikin Macet dan Kegiatan Anak Terhambat, Orang Tua Mengeluh Akses ke SMAN 6 Tangsel Ditutup
Tadi dilihat juga banyak yang macet, kemudian banyak juga yang stay di depan. Mungkin bisa untuk dibuka akses jalan ke sekolahnya
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
TribunTangerang/Ikhwana Mutuah Mico
AKSES DIBLOKIR- Wali murid menunggu di depan pintu masuk ke SMAN 6 Tangsel dan SMPN 17, Senin (14/7/2025). Wali Murid terpaksa menunggu di luar gerbang karena warga menutup akses masuk ke SMAN 6 Tangsel.
Laporan Wartawan TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, PAMULANG- Hari pertama masuk sekolah seharusnya menjadi momen penuh semangat dan keceriaan bagi siswa dan orang tua.
Namun, suasana tersebut sedikit terganggu karena akses jalan menuju Sekolah di SMAN 6 Kota Tangerang Selatan ditutup warga.
"Mohon untuk lingkungan atau dinas untuk bisa dibuka sementara aksesnya karena kasian anak-anaknya juga ya di sini," ujar Ratna selaku orangtua siswa di kawasan Pamulang, Tangsel, Senin (12/7/2025).
Ratna menceritakan, penutupan ini menyebabkan kemacetan dan kesulitan bagi para orangtua yang hendak mengantar anak-anak mereka.
Ia mengungkapkan bahwa sejak pagi sudah terlihat kepadatan kendaraan dan banyak wali murid yang terpaksa menunggu di depan gerbang sekolah karena akses ditutup.
"Tadi dilihat juga banyak yang macet, kemudian banyak juga yang stay di depan. Mungkin bisa untuk dibuka akses jalan ke sekolahnya," sambungnya.
Baca juga: Hari Istimewa Jadi Suram, Wali Murid Tak Bisa Dampingi Anak Imbas Gerbang SMAN 6 Tangsel Dirantai
Ratna mengungkapkan bahwa momen hari pertama sekolah anak pertamanya seharusnya menjadi kenangan indah, namun, penutupan jalan memberikan kesan yang kurang menyenangkan."Harapannya, para orang tua bisa melihat akses dibuka karena ini hari pertama. Kesan pertama untuk anak-anak itu seharusnya ceria, tapi ternyata di depannya ditutup. Sedih juga sebenarnya," ungkapnya.
Dia mengaku sudah mengetahui sebelumnya bahwa gerbang akan ditutup karena sempat datang untuk melakukan pendaftaran ulang dan survei lokasi.
Meski begitu, ia saat itu tetap berharap pada hari pertama sekolah akses bisa dibuka.
"Mungkin bisa dimusyawarahkan lagi jalan terbaiknya. InsyaAllah lah, ada jalan, ada titik terang," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Akses masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kota Tangerang Selatan masih dirantai, namun pintu gerbang telah dibuka sedikit untuk satu orang bisa berjalan kaki masuk ke area sekolah.
Dari Pantauan TribunTangerang.com terlihat sejumlah orang tua murid mengantarkan anak-anak mereka hingga ke gerbang akses masuk sekolah.
Baca juga: Pagar Sempat Ditutup Warga, Begini Penampakan SMAN 6 Tangsel Hari Pertama Masuk Sekolah
Beberapa diantaranya memarkirkan kendaraan sementara di area depan.Karena kondisi gerbang utama yang masih dirantai dan hanya terbuka sedikit, orang tua dan murid harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 300 meter untuk mencapai bangunan sekolah.
Tiga orang guru berjaga di gerbang, menunggu para siswa masuk melalui area perumahan yang menjadi akses tembus ke sekolah.
Tampak orang tua murid menunggu anak-anak mereka di depan akses masuk sekolah. Sejumlah sepeda motor diparkir di depan gerbang karena tidak bisa memasuki area akses utama.
Suasana di Jalan raya Pamulang permai 1 macet akibat kerumunan orang tua murid yang memadati area sekitar sekolah.
Tampak anak-anak berseragam putih abu-abu hanya diantar hingga depan gang dan turun dari ojek online di depan akses masuk.
"Ayo masuk-masuk," ucap guru yang menjaga area gerbang menyambut anak anak.
Sebelumnya diberitakan, akses menuju Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Tangerang Selatan di kawasan Pamulang, ditutup oleh warga RW 10, Kamis (3/7/2025).
Aksi penutupan karena memprotes permasalahan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili.
Baca juga: Update Pemblokiran Akses Utama SMAN 6 Tangsel: Dibuka Sedikit tapi Tetap Dirantai Warga
Padahal jarak tempat tinggal mereka berdekatan dengan dua sekolah itu dan masih dalam satu lingkungan yang sama.Pada proses penutupan akses tersebut, warga yang tergabung dalam RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 itu memasang tiga spanduk yang bertuliskan permohonan maaf mereka karena harus menutup akses tersebut.
Setelah menutup akses jalan. Sekolah, mereka berencana akan bersurat ke Gubernur Banten, Andra Soni untuk mempertanyakan terkait sistem domisili pada SPMB 2025.
"Aksesnya akan kita tutup sampai kita mendapatkan jawaban dari pihak dinas terkait. Besok kita akan membuat surat yang ditujukan kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten," tutup Rangga perwakilan warga RW 10, Pamulang, Tangsel. (m30)
TribunTangerang.com lainnya di Google News
Berita Terkait
Berita Terkait: #SPMB 2025
Kepala SD Negeri Ciledug Barat Terancam Dicopot bila Terbukti Jual Paksa Seragam Sekolah |
![]() |
---|
Kepala SDN Ciledug Barat Diduga Lakukan Pungli, Dindikbud Tangsel Ambil Tindakan Tegas |
![]() |
---|
Kepsek SDN Ciledug Barat Disebut Suruh Siswa Pindah Sekolah bila Tak Bisa Beli Seragam Rp 1,1 Juta |
![]() |
---|
Penjual Pempek di Tangsel Tak Sanggup Bayar Seragam Rp 1,1 Juta, 2 Anak Terancam Tak Sekolah |
![]() |
---|
Andra Soni Buka Suara soal Kisruh SPMB di Tangerang, Dorong Sekolah Swasta Gratis sebagai Solusi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.