Hotman Paris Puas Razman Arif Dituntut 2 Tahun Penjara dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

Hotman Paris akhirnya angkat bicara setelah Razman Arif Nasution dituntut dua tahun penjara dan denda Rp200 juta oleh Jaksa Penuntut Umum.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Joko Supriyanto
(KOMPAS.com/SANIAMASHABI)
HOTMAN PARIS - Hotman memberikan apresiasi besar kepada JPU, karena kerja keras menangani kasusnya terhadap Razman, yang diduga kerap buat onar di persidangan. 

TRIBUNTANGERANG.COM -  Hotman Paris akhirnya angkat bicara setelah Razman Arif Nasution dituntut dua tahun penjara dan denda Rp200 juta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus pencemaran nama baik.

Hotman mengaku puas dengan tuntutan tersebut dan berharap hakim menjatuhkan hukuman yang lebih berat.

"Tuntutan jaksa kan 2 tahun, harusnya bisa lebih berat ya. Cuma Jaksa sudah bekerja maksimal," kata Hotman Paris ketika ditemui di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (16/7/2025).

Hotman memberikan apresiasi besar kepada JPU, karena kerja keras menangani kasusnya terhadap Razman, yang diduga kerap buat onar di persidangan.

Setelah ini, Hotman pun sudah puas dengan tuntutan jaksa kepada Razman. Ia menyerahkan semua kepada Hakim yang punya kuasa menghukum Razman.

"Kalau untuk sementara puas, tapi mudah-mudahan hakim menjatuhkan lagi lebih berat. Kan hakim berwenang menjatuhkan putusan lebih berat dari tuntutan jaksa," ucapnya.

Baca juga: Hotman Paris Sebut Razman Nasution Bakal Jadi Tersangka: Mending Pulang Kampung

Akan tetapi, diakui Hotman, hukuman terberat buat Razman bukan lah di Penjara. Akan tetapi, Hotman menilai kedepan tak ada yang mau jadi klien Razman.

"Sebenarnya ya, kalau dia dihukum, hukuman paling berat dia bukan penjara ini, tapi siapa lagi yang mau jadi klien dia?Makanya saya mengatakan, 'Razman pulang kampung aja kau pelihara bebek," jelasnya.

Razman pun meminta bantuan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto agar ia tak masuk penjara, atas konfliknya dengan Hotman.

Hotman Paris menanggapi dingin hal itu. Ia menyebut Razman Arif Nasution dulunya bukan pendukung Prabowo Subianto.

"Ngapain Presiden ngurusin receh kayak begitu? Dulu dia paling tidak mendukung Prabowo," ujar Hotman Paris. (Ari).

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved