Jumat, 24 April 2026

Identitas 3 Orang Meninggal Akibat Terbakarnya KM Barcelona di Talise Minahasa Utara

Akibat kebakaran itu, ada tiga penumpang yang dilaporkan meninggal dunia. Sementara ada ratusan penumpang lainnya yang dievakuasi oleh Tim SAR.

Editor: Joseph Wesly
(Facebook.com)
KM BARCELONA TERBAKAR - Pria menyelamatkan penumpang anak kecil saat kecelakaan kebakaran KM Barcelona VA, di Perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (20/7/2025). Kapal tersebut diakabarkan mengangkut 280 penumpang saat kebakaran terjadi. (Facebook.com) 

TRIBUN TANGERANG.COM, MANADO- Kecelakaan kapal kembali terjadi di Indonesia. 

Kali ini Kapal Motor Barcelona terbakar di Perairan Gangga, Minahasa Utara, Minggu pagi (20/7/2025).

Akibat kebakaran itu, ada tiga penumpang yang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara ada ratusan penumpang lainnya yang dievakuasi oleh Tim SAR.

Ketiga korban yang meninggal yakni:

  • Asna Lapae (50 tahun) – perempuan
  • Zakaria – laki-laki
  • Juliana Humulung (40 tahun) – perempuan
    Kronologi Singkat

Kapal Motor (KM) Barcelona terbakar saat berlayar di Perairan Gangga, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Minggu pagi (20/7/2025).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado segera menurunkan tim untuk melakukan evakuasi dan pencarian terhadap para penumpang.

Berdasarkan laporan awal dari Basarnas, kapal tersebut mengangkut sekitar 280 penumpang.

Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam proses evakuasi, pendataan, atau penanganan medis.

"Kami menurunkan sejumlah unsur SAR laut dan tim rescue untuk merespons cepat kejadian ini," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, George Mercy Randang, melalui keterangan tertulis.

Untuk mendukung proses evakuasi, Basarnas mengerahkan kapal KN SAR Bima Sena, perahu karet (RIB dan rubber boat), serta tim penyelamat lengkap.

Operasi penyelamatan dipusatkan dari Posko Utama di Pelabuhan Manado.

Tim SAR gabungan saat ini terus menyisir area perairan sekitar lokasi kapal terbakar untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal atau masih berada di laut.

Proses pencarian dilakukan dengan dukungan dari berbagai instansi, termasuk TNI AL, Polairud, BPBD, relawan, dan nelayan lokal.

“Kondisi cuaca yang cukup bersahabat turut mendukung kelancaran proses evakuasi, namun tim tetap bekerja dengan kewaspadaan tinggi karena adanya potensi ledakan atau sisa bahan bakar dari kapal,” jelas George.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved