Jumat, 12 Juni 2026

Polisi Tangkap Adam Christopher saat Perjalanan Membunuh Pendeta setelah Salib Pendeta hingga Tewas

Dia mengatakan sang pendeta memberikan gambaraan sesat sebagai "doktrin Trinitas yang diciptakan oleh manusia

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
(FB/Departemen Kepolisian Cottonwood Arizona)
PELAKU PEMBUNUHAN PENDETA - Penampakan Adam Christopher Sheafe, pelaku pembunuhan pendeta lansia William Schunemann (76) yang dibunuh dengan cara disalib di atas tempat tidurnya pada 28 April 2025. (FB/Departemen Kepolisian Cottonwood Arizona) 

TRIBUN TANGERANG.COM, ARIZONA- Polisi berhasil menangkap seorang pria ekstremis Zionist setelah membunuh seorang pendeta manula bernama William Schunemann (76).

Dia mengaku melakukan aksi mengerikan tersebut untuk "Menyelamatkan Israel".

Kepada polosi Sheafe mengaku membunuh Schunemann karena sang pendeta menyesatkan orang lain.

Dia mengatakan sang pendeta memberikan gambaraan sesat sebagai "doktrin Trinitas yang diciptakan oleh manusia".

Ngerinya, pelaku berhasil ditangkap oleh polisi saat dalam perjalanan menuju lokasi pembunuhan lain.

Dia sebelumnya sudah mendaftar dua nama pendeta yang akan dibunuhnya.

Sheafe sendiri sudah menargetkan akan membunuh sebanyal 14 pendeta yang menurutnya merupakan pendeta sesat.

Membunuh dengan Cara Menyalib

Adam Christopher Sheafe (51) mengaku sudah merencanakan untuk menyalibkan Pendeta William Schunemann (76).

Warga Amerika Serikat (AS) yang merupakan ekstremis Zionist itu mengatakan ia melakukan aksinya untuk "menyelamatkan Israel".

"Apa yang saya lakukan adalah melaksanakan perintah ilahi untuk menyelamatkan Israel dari kejahatan," kata Adam mengakui kejahatannya selama wawancaranya dengan Fox 10 News di Kantor Sheriff Coconino County.

Media lokal melaporkan Adam Christopher Sheafe, yang ditangkap oleh polisi di Arizona, juga mengungkapkan daftar target berikutnya, termasuk 14 pendeta dan biarawan lain di 10 negara bagian berbeda di seluruh Amerika Serikat.

Dengan tenang, ia mengungkapkan bahwa ia bermaksud menggunakan metode penyaliban yang sama untuk membunuh mereka.

Ia juga membenarkan kejahatannya dengan mengklaim itu adalah perintah Tuhan untuk menyelamatkan Israel dari kejahatan.

Pria tersebut menjelaskan bahwa ia menamakan rencananya "Operasi Orde Pertama" dan menuduh para pendeta menyesatkan orang melalui apa yang ia gambarkan sebagai "doktrin Trinitas yang diciptakan oleh manusia."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved