Minggu, 3 Mei 2026

Menteri Sugiono Janji Urus dan Rawat Keluarga Zetro Leonardo Purba, Staf KBRI yang Tewas di Peru

Kemenlu RI menunjukan komitmen untuk mengurus dan merawat istri dan anak-anak dari Zetro Leonardo Purba, staf KBRI untuk Peru.

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro
Menteri Sugiono saat diwawancarai awak media di Human Remains atau Kargo Jenazah Bandara Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang, Banten, Selasa (9/9) malam. 

Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menunjukan komitmen untuk mengurus dan merawat istri dan anak-anak dari Zetro Leonardo Purba, staf KBRI untuk Peru.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono saat menyerahkan jenazah Zetro kepada pihak keluarga di area Human Remains, Terminal Kargo Jenazah Bandara Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang.

"Selamat jalan Zetro saudara kami, keluarga yang engkau tinggalkan akan kami urus dan kami rawat dengan sebaik-baiknya," kata dia, pada Selasa (9/9/2025) malam.

Sugiono juga menyampaikan perjuangannya dalam mewakili Indonesia di berbagai negara belahan dunia menjadi diplomat.

Sebelum bertugas di Peru, Zeteo juga pernah ditempatkan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne pada tahun 2019 hingga 2022 silam.

Di Australia, ia ditugaskan sebagai Bendahara dan Penata Kerumahtanggaan (BPKRT). Adapun BPKRT adalah pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Luar Negeri yang berfokus pada fungsi bendaharawan dan penata kerumahtanggaan perwakilan dengan status staf nondiplomatik. 

"Tenanglah di sana, kami akan meneruskan apa yang menjadi perjuanganmu," imbuhnya.

Selain itu Sugiono juga turut menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga atas meninggalnya Zetro Leonardo Purba dalam menjalankan penempatan tugas.

"Kami minta maaf kepada keluarga atas semua kesalahan, kelalaian kami sebagai institusi, sungguh tidak ada yang menginginkan kejadian ini," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan hal yang dialami oleh pihak keluarga yaitu kesedihan mendalam atas meninggalnya Zetro.

Ketibaan jenazah Zetro yang diterima oleh jajaran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI bukan sekedar menjalankan prosesi penyerahan, melainkan bentuk kedukaan yang juga turut dirasakan.

"Saya tidak menyampaikan ungkapan turut berduka cita karena kami juga berduka, kita sama-samabberduka dengan kepergian keluarga kita ini," tuturnya.

"Karena saya dan rekan-rekan yang hadir dari Kementerian Luar Negeri juga keluarga besar Zetro yang juga merasakan kehilangan," terangnya.

Adapun jenazah Zetro tiba di area Human Remains atau Kargo Jenazah Bandara Soekarno-Hatta sekira pukul 19.10 WIB usai menempuh perjalanan udara selama 35 hingga 46 jam dari Lima, Peru.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved