Kamis, 16 April 2026

Data Pengguna Indihome Diduga Bocor, Telkom Lakukan Investigasi

Kabar tentang data pengguna Indihome bocor, ramai dibahas di media sosial. Data yang bocor berupa browsing history, nama, NIK, dan lainnya.

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Kompas.com
Sebanyak 26 juta data pelanggan Indihome disebut bocor. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Kabar tentang data pengguna Indihome bocor, ramai dibahas di media sosial. Data tersebut mencakup 26 juta riwayat browsing pelanggan Indihome.

Selain browsing history, data yang bocor adalah nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pelanggan.

Informasi ini diungkap oleh akun Twitter @secgron dalam utasnya, Minggu (21/8/2022). "Tahun 2020 kemarin kita berhasil menekan @IndiHome untuk mematikan tracker yang selama ini digunakan untuk mencuri browsing history milik pelanggan. Sekarang 26 juta browsing history yang dicuri itu bocor dan dibagikan gratis, berikut nama dan NIK," tulis @secgron, dikutip Kompas.com.

Dia menilai, hal ini bisa mempermalukan seseorang jika riwayat browsingnya diketahui orang yang tidak bertanggung jawab. "BUMN satu ini jahat banget kelakuannya. Contohnya di baris pertama, mas-mas ini kebetulan lagi buka bokep lalu browsing historynya dicuri & diidentifikasi nama, jenis kelamin dan juga NIK miliknya dari data pelanggan. Bayangin kalau ini digunakan untuk mempermalukan seseorang," lanjutnya.

Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relation Telkom, Ahmad Reza membantah kabar bocornya jutaan data pelanggan Indihome.

"Saya pastikan data itu tidak betul. Lucu juga soalnya, Telkom tidak pernah membuatkan email address untuk pelanggan Indihome. Kami saja di Telkom alamat emailnya @telkom.co.id, tidak menggunakan @telkom.net," ujar Reza saat dikonfirmasi Tribunnews, Minggu (21/8/2022).

Reza memastikan, Telkom terus melakukan pengecekan dan investigasi mengenai keabsahan informasi data-data tersebut.

"Temuan awal data itu tidak valid. Di internal Telkom, data pelanggan sulit diakses mengingat ada beragam protokol dan enkripsi dan firewall yang berlapis," kata Reza.

Reza menjabarkan, saat ini jumlah pelanggan Indihome ada 8 juta pelanggan, sedangkan data browsing history yang diklaim hackers tersebut 26 juta data history.

"Saya yakin data browsing history itu bukan berasal dari internal Telkom. Ada kemungkinan data history browsing dihack karena mengakses situs-situs terlarang," kata Reza.

Reza mengimbau agar pengguna internet bijak menggunakan akses internet dan waspada terhadap situs-situs terlarang karena bisa saja mengandung malware.

"Keanehan lainnya data yang menjadi sample adalah data browsing history tahun 2018. Apakah itu valid? Kok saya meragukan sekali," tutur Reza. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved